Tinju Dunia: Miller Doping, Siapa Lawan Baru Anthony Joshua?

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anthony Joshua dan Jarrell Miller. (boxingscene.com)

    Anthony Joshua dan Jarrell Miller. (boxingscene.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon lawan bagi juara tinju dunia kelas berat, Anthony Joshua baru akan ditentukan pekan depan. Joshua seharusnya bertanding melawan petinju AS, Jarrell Miller di New York pada 1 Juni mendatang. Namun rencana tersebut dibatalkan setelah Miller tertangkap doping.

    Rencana tersebut berantakan dan harus disusun ulang. Promotor Joshua, Eddie Hearns menyebutkan dua nama yang kemungkinan dapat dijadikan pengganti Miller.

    Baca: Tinju Dunia: Calon Lawan Anthony Joshua Positif Doping

    “Siapapun dapat menjadi lawan. Dillian Whyte kalau siap 100 persen punya kesempatan. Begitu juga Luis Ortiz jika dia benar-benar siap,” kata Hearns.

    Hearns menyebutkan semua nama calon lawan potensial yang bisa dihadapi Joshiua. Selain Whyte (Inggris) dan Ortiz (Kuba), nama-nama lain yang disebutkN Hearns adalah Manuel Charr (Jerman), Kubrat Pulev (Bulgaria), dan Adam Kownacki (Polandia).

    “Semua kemungkinan masih dijajaki dan kita akan memberikan kesempatan kepada petinju yang paling layak menjadi lawan Anthony,” ujar Hearns lagi.

    Baca: Tinju Dunia, Saul Alvarez Pertahankan Gelar Hadapi Daniel Jacobs

    Miller gagal melewati tes doping yang dilakukan akhir Maret lalu. Dua hari lalu hasil tesnya diumumkan, dan Miller terbukti menggunakan bahan yang disebut GW1516 yang berfungsi untuk meluruhkan lemak sekaligus meningkatkan daya tahan.

    Pertarungan tinju dunia yang akan dilakoni Anthony Joshua di New York nanti merupakan debut jiuara dunia kelas berat asal Inggris tersebut di Amerika Serikat. Sayang rencananya tidak berjalan dengan mulus.

    THE INDEPENDENT | FIGHTNEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.