Kejuaraan Atletik Asia: Cina Kirim 89 Atlet, Indonesia Hanya 10

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelari Indonesia Lalu Muhammad Zohri meluapkan kegembiraannya setelah berhasil menjadi yang tercepat pada nomor lari 100 meter dalam Kejuaraan Dunia Atletik IAAF U-20 2018 di Tampere, Finlandia, 11 Juli 2018. Prestasi Zohri adalah raihan pertama Indonesia di pentas atletik dunia. REUTERS

    Pelari Indonesia Lalu Muhammad Zohri meluapkan kegembiraannya setelah berhasil menjadi yang tercepat pada nomor lari 100 meter dalam Kejuaraan Dunia Atletik IAAF U-20 2018 di Tampere, Finlandia, 11 Juli 2018. Prestasi Zohri adalah raihan pertama Indonesia di pentas atletik dunia. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 89 atlet dari Cina akan tampil pada Kejuaraan Atletik Asia 2019 di Doha, Qatar, 21-24 April mendatang, terdiri atas 46 putra dan 43 putri.

    Tim atletik Cina, dengan salah satu andalannya atlet tolak peluru putri peringkat atas dunia Gong Lijiao, berpartisipasi pada 43 nomor lomba yang dipertandingkan dan diharapkan bisa meraih 10 hingga 12 medali emas, demikian pernyataan Asosiasi Atletik Cina seperti dikutip Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat.

    Baca: Lalu Muhammad Zohri Akan Turun di Kejuaraan Atletik Asia, Qatar

    Pada kejuaraan Asia tahun ini, tim Cina akan memanfaatkannya sebagai uji coba menuju kejuaraan dunia atletik 2019, yang juga digelar di Qatar September mendatang.

    Pada Kejuaraan Atletik Asia 2017, tuan rumah India menjadi juara umum dengan meraih 18 medali emas, sedangkan Cina di urutan kedua dengan delapan emas.

    Baca: Tampil di Kejuaraan Atletik Asia, Zohri Ingin Perbaiki Start

    Namun pada Asia Games 2018 di Jakarta, Cina menunjukkan dominasinya di cabang atletik dengan mengantongi 12 medali emas.

    Sementara itu Indonesia pada kejuaraan atletik Asia di Qatar bulan ini akan mengirimkan 10 atlet, termasuk di antaranya pelari Lalu Muhammad Zohri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.