Jeblok di Tiga Seri Awal MotoGP, Jorge Lorenzo Kecewa

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap MotoGP dari Repsol Honda Jorge Lorenzo. REUTERS/Susana Vera

    Pembalap MotoGP dari Repsol Honda Jorge Lorenzo. REUTERS/Susana Vera

    TEMPO.CO, Jakarta - Jorge Lorenzo mengaku kecewa jika di tiga balapan terakhir MotoGP 2019, motornya selalu bermasalah.

    "Banyak kekecewaan di tiga balapan ini terjadi tiga hal yang berbeda yang menghindarkan kami untuk mencapai hasil yang lebih baik, terlebih di balapan kali ini," kata Lorenzo.

    "Ada kejuaraan di mana semuanya berjalan sempurna seperti yang aku jalani pada 2010 misalnya, sementara kali ini kebalikannya," kata juara dunia lima kali itu.

    Baca: MotoGP Spanyol, Rossi: Marc Marquez Tetap Manjadi Favorit Juara

    Manajer tim Respol Honda Alberto Puig mengaku belum bisa mengidentifikasi masalah yang didapati Jorge Lorenzo yang gagal menyelesaikan balapan di Sirkuit Americas (COTA), Austin, Texas, pekan lalu.

    "Saat ini kami belum mengetahui apa yang terjadi pada motor Lorenzo, kami masih melakukan investigasi dan kami butuh waktu untuk memahami apa masalahnya," kata Puig seperti dikutip laman resmi MotoGP.

    Balapan GP Amerika Serikat pada Minggu (14/4) menjadi pekan buruk bagi Honda ketika Marc Marquez, yang mengincar gelar juara di Austin untuk ketujuh kalinya berturut-turut, terjatuh di lomba dan kehilangan kesempatannya, sementara rekan satu timnya, Jorge Lorenzo mengalami masalah mekanis untuk kedua kalinya pekan itu.

    Baca: Jadwal MotoGP Spanyol: Persaingan Lebih Seru dan Terbuka

    Rantai motor Lorenzo terlepas di sesi kualifikasi Q2, kejadian yang serupa menimpa Marquez di sesi latihan bebas di Argentina pekan sebelumnya.

    Kemudian di balapan, Jorge Lorenzo harus menepi di tikungan 12 pada putaran ke-11 balapan MotoGP Amerika karena mendapati motornya bermasalah.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.