Angkat Besi: Tiket Eko Yuli Irawan ke Olimpiade 2020 Belum Aman

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lifter senior Eko Yuli Irawan membuat dua capaian terbaik tahun 2018. Pertama, Eko menjuarai angkat besi kelas 62 kg putra dalam Asian Games 2018. Prestasi kedua dibuat lifter asal Lampung berusia 29 tahun ini dalam ajang Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 di Ashgabat, Turkmenistan. Dalam ajang tersebut Eko memecahkan rekor dunia kelas 61 kg dengan angkatan clean & jerk 174 kg dan angkatan total 317 kg. ANTARA

    Lifter senior Eko Yuli Irawan membuat dua capaian terbaik tahun 2018. Pertama, Eko menjuarai angkat besi kelas 62 kg putra dalam Asian Games 2018. Prestasi kedua dibuat lifter asal Lampung berusia 29 tahun ini dalam ajang Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 di Ashgabat, Turkmenistan. Dalam ajang tersebut Eko memecahkan rekor dunia kelas 61 kg dengan angkatan clean & jerk 174 kg dan angkatan total 317 kg. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Lifter putra Indonesia Eko Yuli Irawan, meski sukses meraih perunggu di Kejuaraan Asia 2019, ternyata belum bisa mendongkrak poin untuk lolos kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang.

    “Tiket menuju olimpiade belum aman,” kata pelatih kepala angkat besi, Dirdja Wihardja saat dihubungi dari Jakarta, Senin.

    Eko yang turun di kelas 61 kilogram menyumbang medali perunggu untuk Indonesia setelah membukukan total angkatan 299 Kg (snatch 133 Kg dan clean and Jerk 166 kg).

    Untuk medali emas kejuaraan Asia direbut lifter tuan rumah Fabin Li dengan total angkatan 312 Kg (snatch 141 Kg dan clean and jerk 171 Kg) dan Fulin Qin mendapatkan medali perak dengan total angkatan 302 Kg (snatch 136 Kg dan clean and jerk 166 Kg).

    Meski demikian, peluang Eko lolos ke Olimpiade 2020 masih terbuka karena masih banyak kejuaraan kualifikasi kejuaraan empat tahunan itu yang akan diikuti.

    “Masih harus mengikuti tujuh hingga delapan pertandingan untuk Olimpiade. Hasil poinnya dikumpulkan,” kata Dirdja menambahkan.

    Dirdja Wihardja menjelaskan, untuk penghitungan poin untuk lolos ke Olimpiade 2020 berbeda dengan sebelumnya yang menggunakan sistim tim poin.

    “Dulu tim poin, sekarang individu poin.” kata mantan lifter nasional itu.

    Pada Kejuaraan Angkat Besi Asia di Ningbo, China 20-28 April, Indonesia mengirimkan delapan lifter terbaik. Selain Eko, ada Deni, Triyatno, Rahmat Erwin, Mohammad Yasin. Lalu Syarah Anggraini, Nurul Akmal, Windi Cantika Aisah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.