Kejuaraan Atletik Asia: Zohri Raih Perak dan Pecahkan Rekornas

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelari Indonesia Lalu Muhammad Zohri meluapkan kegembiraannya setelah berhasil menjadi yang tercepat pada nomor lari 100 meter dalam Kejuaraan Dunia Atletik IAAF U-20 2018 di Tampere, Finlandia, 11 Juli 2018. Prestasi Zohri adalah raihan pertama Indonesia di pentas atletik dunia. REUTERS

    Pelari Indonesia Lalu Muhammad Zohri meluapkan kegembiraannya setelah berhasil menjadi yang tercepat pada nomor lari 100 meter dalam Kejuaraan Dunia Atletik IAAF U-20 2018 di Tampere, Finlandia, 11 Juli 2018. Prestasi Zohri adalah raihan pertama Indonesia di pentas atletik dunia. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Sprinter andalan Indonesia Lalu Muhammad Zohri mempertajam rekor nasional (rekornas) nomor 100 meter di Kejuaraan Atletik Asia 2019 di Doha, Qatar, Senin, 22 April. Ia juga berhasil merebut medali perak pada kejuaraan tersebut.

    Berdasarkan data dari PB PASI yang dipantau media dari Jakarta,  Zohri pada partai final mampu membukukan catatan waktu 10.13 detik atau lebih cepat dari pencapaian di babak semifinal yaitu 10.15 detik. Adapun rekornas sebelumnya adalah 10.17 detik.

    Zohri pada babak final berada di line 3 menjalani start dengan cukup bagus dibandingkan sebelumnya. Bahkan juara dunia junior 2018 mampu memimpin meski akhirnya disalip sprinter Jepang yang berikutnya meraih emas, Yoshihide Kiryu dengan waktu 10.10 detik. Untuk posisi tiga direbut pelari China, Zhiqiang Wu dengak 10.18 detik.

    Dalam keterangannya seusai berlomba, Lalu Zohri memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT, dan mengucapkan terimakasih atas dukungan rakyat Indonesia khususnya PB PASI . Menurutnya, meski memimpin hingga 10 meter terakhir, dirinya sempat melambat karena kehilangan konsentrasi setelah memikirkan pesaingnya.

    “Iya saya sempat hilang konsentrasi , memikirkan saingan-saingan saya,” kata Lalu Zohri dalam keterangan resminya.

    Keberhasilan Zohri di nomor 100 meter ini sendiri tak lepas dari strategi jitu pelatihnya Eni Nuraeni Sumartoyo. Pelatih yang baru saja dianugerahi gelar pelatih terbaik Asia 2019 oleh asosiasi atletik Asia ini mengatakan hanya menurunkan Zohri pada satu nomor dari dua yang direncanakan yaitu 4x100 meter.

    Jika dilihat dari catatan waktunya, Zohri mengalami peningkatan yang cukup pesat. Bahkan Doha Qatar menjadi saksi tumbangnya rekornas lari 100 meter yang selama ini dipegang oleh Suryo Agung Wibowo. Zohri saat ini juga dinobatkan sebagai atlet tercepat di Asia Tenggara.

    Apa yang diraih oleh Zohri pada Kejuaraan Atletik Asia 2019 langsung mendapatkan respon dari Menpora Imam Nahrawi melalui akun media sosial resminya, @nahrawi_imam.

    "Luar biasa untuk @lalusprinter meskipun mendapati medali perak, tapi memecahkan rekor nasional lama 10.17 atas nama @suryoagung100m dengan catatan 10.13 detik di 100 m putra #aac2019 - IN," tulisnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.