Amir Khan Tak Jera Bertinju Kendati Istrinya Mulai Ketakutan

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Amir Khan. [Instagram]

    Amir Khan. [Instagram]

    TEMPO.CO, Jakarta - Amir Khan, jago adu jotos asal Inggris keturunan Pakistan, tak jera naik ring setelah dihajar habis oleh Terence Craword dalam pertarungan brutal di Madison Square Garden, Amerika Serikat, Ahad kemarin.

    Bahkan petinju berusia 32 tahun itu tetap ngotot akan terus bertinju dan ingin merebut mahkota juara kelas welter dari tangan Craword meskipun istrinya, Faryal Makhdoon Khan, ketakutan atas tekad suamiya.

    "Istrinya ketakutan ketika menyaksikan Amir Khan jual beli pukulan di atas ring tinju melalui televisi. Setelah itu, dia minta Amir pensiun bertinju," tulis Daily Mail, Selasa 23 April 2019.

    Baca: Detik-Detik Kemaluan Amir Khan Kena Upper Cut, Tonton Videonya

    Menanggapi permintaan istrinya, Amir Khan justru bersikap sebaliknya. Dia mengatakan kepada awak media, "Saya akan bertandingan lagi. Seharusnya istriku berdoa untukku."

    Amir Khan menambahkan, "Jika saya mundur dari ring tinju sekarang ini, saya akan selalu dihantui pertarungan ini selamanya. Saya tidak akan pensiun."

    Faryal Khan menyaksikan suaminya bertanding bersama anak-anak balitanya di seberang hotel tempat Amir bertarung melawan Crawford. "Istriku benci dengan apa yang kulakuan demi kelangsungan hidup. Dia menutup mata dengan kedua tangannya saat saya bertanding seraya berdoa. Dia mengatakan, saatnya kamu mundur dari ring tinju. Tetapi, bagi saya, tinju adalah sebuah perjaan terbaik buatku."

    Pada pertarungan melawan Crawford, Amir Khan menjadi bahan cemohan penonton dan penggemar tinju. Wasit terpaksa menghentikan pertandingan perebutan gelar tinju dunia WBO detik ke-47 ronde keenam. Selanjutnya, wasit dan juri di pinggir ring menyatakan kemenangan mutlak TKO untuk petinju Amerika Serikat.

    Namun keputusan wasit diprotes Amir. "Kenapa dihentikan, apa yang terjadi. Aku masih di ring," kata Amir meradang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.