Menpora Berharap Kejuaraan E-Sport Piala Presiden Digelar Lagi

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menpora Imam Nahrawi, menerima Presiden IESPL (Indonesia Esports Premier League), Giring 'Nidji' Ganesha, dan rombongan panitia Piala Presiden E-Sport

    Menpora Imam Nahrawi, menerima Presiden IESPL (Indonesia Esports Premier League), Giring 'Nidji' Ganesha, dan rombongan panitia Piala Presiden E-Sport

    INFO SPORT – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi didampingi Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta; Plh Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga, Chandra Bakti; dan Asisten Deputi Bayu Rahadian menerima audiensi dari Ketua Panitia Steering Committee E-sport Piala Presiden Giring Ganesha di Kementerian Pemuda dan Olahraga, Senayan, Jakarta, Senin siang, 22 April 2019. Turut hadir Ketua Panitia Organisation Committee Rangga Danu dan perwakilan dari Kantor Staf Presiden Abraham W serta Aditya Sjarief.

    Penyelenggaraan Kejuaraan E-Sport Piala Presiden ini sudah dimulai pada Januari 2018. Jumlah tim yang turut serta lebih dari 3.500 tim dengan jumlah peserta 18 ribu orang. Sebanyak 21 persen peserta berusia18 tahun dengan usia peserta termuda 12 tahun dan tertua 44 tahun. "Ini adalah event e-Sport tersukses yang diselenggarakan di Indonesia. E-Sport ini besarnya memang di online pak, baik itu YouTube, Facebook, maupun sebagainya," kata Giring kepada Menteri Imam.

    "Saya salut kepada empat kementerian/lembaga ini (Bekraf, KSP, Kominfo, dan Kemenpora) yang sangat solid bekerja sama. Alhamdulillah hasilnya juga luar biasa respons dari tim dan komunitas juga baik," ucap Giring.

    Mendengar beberapa paparan dari Giring itu, Menteri Imam berharap event serupa dapat diadakan kembali. "Tolong pikirkan lagi kalau memang bisa, ayo kita adakan lagi yang kira-kira waktu persiapannya lebih siap dan matang, tidak hanya dua sampai dengan tiga bulan," tuturnya.

    "Pemenang E-Sport Piala Presiden ini kita pelatnaskan tiga tim ini dan panitia silakan berkomunikasi dengan lembaga-lembaga terkait lainnya," ujar Imam. (*)


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.