Persija Jakarta Takluk 2-3 dari Ceres Negros di Piala AFC

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persija Jakarta. Antara

    Persija Jakarta. Antara

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil negatif diraih Persija Jakarta saat menjamu klub asal Filipina, Ceres Negros di laga lanjutan Grup G Piala AFC 2019. Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa, 23 April 2019, Macan Kemayoran menyerah 2-3 dari juara Liga Utama Filipina itu.

    Baca: Klasemen Piala AFC Setelah Persija Ditekuk Ceres Negros 2-3

    Di babak pertama, Persija langsung tampil menekan. Beberapa kali serangan dari sisi lapangan membuat barisan pertahanan Ceres harus bekerja keras.

    Peluang emas bagi Persija datang pada menit 18 saat wasit memberi penalti. Sayang, Bruno Matos yang ditunjuk menjadi algojo gagal menceploskan bola. Kedua tim tak mencetak gol hingga babak pertama usai.

    Gol yang ditunggu pendukung Persija datang pada menit 49 dan menit 57. Dua gol masing-masing dicetak Sandi Sute dan Bruno Matos.

    Persija gagal mempertahankan keunggulan. Ceres membalas lewat gol yang dicetak Miguel Tanton pada menit 70 yang sempat membuat 34.756 penonton di SUGBK terdiam. Tak lama kemudian, di menit 84 giliran Bienvenido Maranon yang menyumbang gol untuk Ceres dan mengubah skor menjadi 2-2.

    Ceres yang tampil tenang berhasil menjebol gawang Persija lagi pada menit 90 lewat aksi Mike Rigoberto. Skor 2-3 untuk keunggulan Ceres bertahan hingga laga usai.

    Hasil itu membuat Ceres makin kokoh di puncak klasemen Grup G dengan 12 poin. Sementara poin Persija tak berubah, yakni empat, dan berada di posisi ketiga klasemen, di bawah Becamex (Vietnam) yang mengemas nilai tujuh.

    Nantinya juara dari grup G, H, dan I Piala AFC berhak lolos ke semifinal zona ASEAN ditambah satu runner-up terbaik dari ketiga grup tersebut.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.