Kejuaraan Atletik Asia: Lompatan Sapwaturrahman Didiskualifikasi

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sapwaturrahman. (instagram.com/sapwaturrahman)

    Sapwaturrahman. (instagram.com/sapwaturrahman)

    TEMPO.CO, Jakarta - Akibat kesalahan saat melakukan lompatan, atlet lompat jauh Sapwaturrahman asal Nusa Tenggara Barat (NTB) didiskualifikasi pada babak final Kejuaraan Atletik Asia 2019 di Doha, Qatar, Rabu waktu setempat, 24 April 2019.

    “Sapwa tadi foul (pelanggaran) tiga lompatan,” kata pelatih lompat jauh PB PASi, Arya Yuniawan Purwoko ketika dihubungi Kamis dini hari.

    Pada kejuaraan atletik ini berlangsung pada 21-24 April itu, Sapwa mengikuti nomor lompat jauh bersaing dengan atlet dari Jepang, China, Uzbekistan, dan Sri Lanka. Nomor lompat jauh berlangsung sejak Selasa (23/4) hingga Rabu (24/4).

    Menurut Arya, kesalahan yang dilakukan Sapwa adalah hal yang lumrah terjadi di kalangan atlet. Semua pelompat dunia pernah mengalami kejadian seperti Sapwa.

    Kesalaham ini terjadi karena keterlambatan kaki saat mendarat sehingga melebihi batas yang diperbolehkan. “Hanya ketelatan kaki yang tidak pas. Semua foul sekitar satu sentimeter,” kata Arya.

    Sapwaturrahman,  peraih perunggu Asian Games 2018, mengatakan ia sudah berjuang memberikan yang terbaik.

    Kondisi ini, menurut Sapwa disebabkan karena ia tidak bermain aman dan tidak mengatur lompatan dengan baik.

    “Untuk lompatan tadi alhamdulillah tidak ada masalah sama sekali karena lompatan sebenarnya bagus, hanya lompatannya tidak sah saja,” kata Sapwa saat dihubungi Kamis dini hari, 25 April 2019.

    Kejadian ini menjadi catatan penting bagi Sapwa untuk kejuaraan selanjutnya. “Ini bagus untuk ke depannya. Insyaallah ke depannya lebih baik,” kata Sapwa.

    Nomor lompat jauh, Kejuaraan Atletik Asia 2019 dimenangi oleh Yuki Hashioka dari Jepang dengan jauh lompatan 8,22 meter, disusul dua atlet dari China, Zhang Yaoguang dengan lompatan 8,13 meter dan Huang Changzhou (7,97 meter).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.