Tampil di Kejurnas Renang, Siman Sudartawa Belum Maksimal

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perenang Indonesia, I Gede Siman Sudartawa. (Istimewa/Humas PESI)

    Perenang Indonesia, I Gede Siman Sudartawa. (Istimewa/Humas PESI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Perenang I Gede Siman Sudartawa menyatakan belum bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya saat tampil di Festival Akuatik Indonesia 2019. Cedera bahu yang dialami menjadi penyebab penampilannya kurang optimal di ajang kejuaraan nasional (Kejurnas) renang itu.

    Siman turun di nomor andalannya 50 meter gaya punggung. Ia mencatatkan waktu terbaik 26,10 detik. "Sebenarnya masih pemulihan. Tapi karena diminta turun jadi mau tidak mau," ucapnya di Stadion Akuatik, Jakarta, Kamis, 25 April 2019.

    Catatan waktu itu lebih lambat bila dibandingkan dengan prestasi Siman di SEA Games 2017. Ia membukukan waktu tercepat di SEA Games lalu 25,20 detik yang mengantarkannya meraih medali emas. Sementara rekor nasional yang tercatat atas nama Siman ada di posisi 25,01 detik.

    Kendati masih bergulat dengan cedera, Siman cukup puas dengan catatan waktunya di Festival Akuatik. Dari pengamatan pelatih, kata dia, terlihat kekuatan Siman belum keluar sepenuhnya. "Tadi pas lomba masih ada rasa takut cedera lagi," kata perenang berusia 24 tahun itu.

    Sebelumnya, Siman mengalami cedera bahu kanan saat tampil di ASEAN University Games Desember 2018. Saat ini ia tengah menjalani terapi. Ia berharap masa pemulihan bisa segera dilewati sebelum menjalani latihan ke Amerika Serikat yang dijadwalkan bulan depan.

    Selain turun di nomor 50 gaya punggung. Atlet renang asal Bali itu juga akan berlomba di nomor 100 gaya bebas. Ia menyatakan tetap berupaya maksimal dan akan bersaing dengan lawan-lawannya. "Kita lihat saja nanti," ucap dia.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.