Fokus SEA Games 2019, Siman Sudartawa Belum Pikirkan Olimpiade

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perenang Indonesia I Gede Siman Sudartawa merentangkan bendera Merah-Putih usai menjuarai final renang 50 meter gaya punggung putra SEA Games XXIX di National Aquatic Centre, kawasan Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, 21 Agustus 2017. ANTARA FOTO

    Perenang Indonesia I Gede Siman Sudartawa merentangkan bendera Merah-Putih usai menjuarai final renang 50 meter gaya punggung putra SEA Games XXIX di National Aquatic Centre, kawasan Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, 21 Agustus 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - I Gede Siman Sudartawa belum memikirkan persiapan menuju Olimpiade Tokyo 2020. Perenang nasional itu memilih fokus menyiapkan penampilan ke SEA Games 2019 di Manila, Filipina.

    Pasalnya, menurut dia, SEA Games merupakan ajang terdekat di mana masa persiapannya sudah mulai dilakukan. "Sekarang buat saya target di SEA Games dulu. Olimpiade masih ada waktu," ucap Siman di Stadion Akuatik, Jakarta, Kamis, 25 April 2019.

    Menurut perenang asal Bali itu, ada cukup waktu untuk mengejar catatan waktu terbaik agar bisa berlomba di Olimpiade. Agar bisa tampil maksimal, Siman tengah berupaya memulihkan cedera bahu yang dialaminya. Ia berharap pemulihan bisa tuntas sebelum keberangkatan ke Amerika Serikat.

    Di SEA Games yang akan bergulir November nanti, Siman menyebut sudah mempunyai target jelas. Ia menyatakan akan mempertahankan medali emas yang diperolehnya di nomor 50 meter gaya punggung pada SEA Games 2017. "Di 50 meter punggung harus emas," ucapnya.

    Sementara untuk nomor 100 meter gaya punggung ia masih ragu menetapkan target. Perenang berusia 24 tahun itu akan melihat proses pemulihan cedera bahunya. "Semoga saja bisa juga dapat emas di nomor 100 meter-nya," tutur Siman.

    Di Kejuaraan Nasional Renang yang bertajuk Festival Akuatik Indonesia 2019 I Gede Siman Sudartawa berhasil menjadi yang tercepat di nomor 50 meter gaya punggung. Ia mencatatkan waktu terbaik 26,10 detik. Posisi kedua ditempati Ricky Anggawijaya dengan 26,76 detik dan peringkat tiga dihuni Dwiki Anugrah dengan 27,23 detik.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.