Jadwal Formula 1 Azerbaijan Akan Digeser, Ini Alasannya ...

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Balapan Fomula 1 di Sikuit Baku, Azerbaijan, 29 April 2018. AP Photo/Luca Bruno

    Balapan Fomula 1 di Sikuit Baku, Azerbaijan, 29 April 2018. AP Photo/Luca Bruno

    TEMPO.CO, Jakarta - Promotor balapan Arif Rahimov mengungkapkan keinginannya untuk menggeser jadwal balapan Formula 1 GP Azerbaijan dari April ke Juni.

    "Cuacanya (pada Juni) lebih bisa diprediksi... sedikit angin, sedikit hujan, secara umum lebih hangat," kata Rahimov jelang GP Azerbaijan di Baku, seperti dikutip Reuters pada Jumat dini hari.

    Azerbaijan melakoni debut menggelar balapan Formula 1 pada 2016, ketika itu bertajuk GP Eropa. Dua balapan pertama di Azerbaijan digelar pada Juni.

    Baca: F1: Lewis Hamilton Digosipkan Pacari Model Berdarah Indonesia

    Prancis mengambil slot bulan juni tahun lalu sehingga, GP Azerbaijan 2018 digeser ke bulan April.

    Sirkuit Baku pun, setelah disepakatinya kontrak baru awal tahun ini, akan menggelar balapan Formula 1 hingga 2023.

    Keinginan panitia menggeser balapan ke bulan Juni tahun depan akan diperumit ketika negara di perbatasan Eropa Timur dan Asia Barat itu menjadi tuan rumah dari empat pertandingan Piala Eropa 2020.

    Baca: Mahathir Minta Balap Formula One Digelar lagi di Malaysia

    "Bagus untuk menciptakan kemeriahan selama tiga pekan, itu sempurna." kata Rahimov soal prospek menggelar balapan sebelum atau ketika berlangsungnya pertandingan Piala Eropa 2020.

    "Di sisi lain, terkait logistik dan batasan logistik di Formula 1, kami harus tetap berpegang pada panduan untuk melihat ke arah mana kami bisa mewujudkannya," ujarnya menambahkan.

    Sirkuit Baku, Azerbaijan akan menggelar seri keempat balapan Formula 1 pada Minggu 28 April pukul 19:10 WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.