Terganggu Darinase, Latihan Formula 1 di Azerbaijan Dihentikan

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lewis Hamilton saat latihan bebas Formula 1 GP Azerbaijan 2017 (www.crash.net)

    Lewis Hamilton saat latihan bebas Formula 1 GP Azerbaijan 2017 (www.crash.net)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sesi latihan bebas Formula 1 GP Azerbaijan dihentikan setelah terjadi insiden terlepasnya tutup lubang drainase di sirkuit jalan raya Baku itu pada Jumat.

    Pebalap Williams George Russel menjadi korban ketika dia melindas tutup drainase yang terlepas sehingga FP1 dihentikan setelah hanya berlangsung 12 menit, demikian laman resmi Formula 1 pada Jumat.

    Pebalap Ferrari Charles Leclerc tampaknya membuat tutup lubang itu terlepas ketika melaju di atasnya, Russell dengan mobil FW42 kemudian menyambar tutup berbahan besi itu menyebabkan kerusakan dan melempar serpihan mobil di trek.

    Ofisial balapan memutuskan untuk segera menghentikan sesi latihan itu untuk dilakukan perbaikan trek setelahnya.

    Williams kemudian menyatakan jika Russel membutuhkan sasis baru untuk balapan nanti.

    "Aku menabraknya, guncangan terhebat menjalar di tubuhku. Mesin mobil langsung mati dan lantai mobil rusak," kata Russel seperti dikutip Reuters.

    Selain insiden di trek, mobil derek yang mengangkut mobil Russell terjebak di bawah papan sponsor yang berada di trek.

    Hanya dua pebalap Ferrari, Charles Leclerc dan Sebastian Vettel, yang mencatatkan waktu di sesi latihan itu.

    Wakil kepala tim Williams, Claire Williams mengaku sangat dirugikan dengan insiden tersebut.

    "Kalian bisa lihat di TV jika (tutup lubang drainase) itu membelah bagian bawah mobil. Ini tidak menguntungkan bagi kami saat ini," kata Claire. "Sirkuit harus memastikan jika tutup drainase mereka dipasang dengan baik... kerusakan itu bisa mematikan kami siang ini."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.