Adinda Larasati Dewi Pertajam Rekor Renang 200 Meter Kupu-kupu

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perenang Indonesia Adinda Larasati Dewi memacu kecepatan pada babak penyisihan nomor Gaya Kupu-kupu 200 meter Putri Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Aquatic Center, GBK Senanyan, Jakarta, Rabu (22/8). ANTARA FOTO/INASGOC/M Risyal Hidayat

    Perenang Indonesia Adinda Larasati Dewi memacu kecepatan pada babak penyisihan nomor Gaya Kupu-kupu 200 meter Putri Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Aquatic Center, GBK Senanyan, Jakarta, Rabu (22/8). ANTARA FOTO/INASGOC/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet renang nasional Adinda Larasati Dewi kembali membuat kejutan dengan mempertajam rekor nasional dalam nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri pada Festival Akuatik Indonesia 2019 yang digelar di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu.

    Pada babak kualifikasi, Adinda mampu mencatat waktu 02 menit 12,84 detik. Catatan waktu tersebut memperbaiki rekor lama yang ia cetak di kejuaraan Singapura National Age Group 2018, dengan catatan 02 menit 12,92 detik.

    Namun pada final nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri yang digelar Minggu sore, Adinda tidak bisa mempertahankan catatan waktu terbaiknya itu.

    Pada final terakhir ini, Adinda berada di posisi kelima dengan catatan waktu 02 menit 24,84 detik.

    Ia kalah oleh perenang asal Jepang Mai Ushirono (02.14,72), Hinata Yamashita (02.16,29), dan Adinda Kusuma Ningrum (02.20,14) yang secara berurutan berada di posisi pertama, kedua, dan ketiga.

    Sebelumnya pada final pertama FAI 2019, atlet asal Jawa Timur ini juga memecahkan rekornas nomor 100 meter gaya kupu-kupu putri, dengan waktu 1 menit dan 0,55 detik.

    Rekor renang barunya ini memperbaiki rekor lama yang sebelumnya ia cetak di kejuaraan tingkat provinsi di Jawa Timur pada Maret lalu dengan catatan waktu 1 menit 0,98 detik.
     


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.