F1: Meski Dikalahkan Mercedes, Kepala Ferrari Puji Timnya

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Ferrari, Sebastian Vettel. REUTERS/Albert Gea

    Pembalap Ferrari, Sebastian Vettel. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala tim F1 Ferrari Mattia Binotto memuji performa timnya ketika berlaga di GP Azerbaijan, Sirkuit Baku, pada Minggu, 28 April 2019, walaupun belum mampu menandingi dominasi rival mereka, Mercedes, yang finis di urutan pertama dan kedua empat kali beruntun musim ini.

    Tim bermarkas di Italia itu mendapati hasil positif ketika tes pramusim dengan mobil tercepat dan meraih satu pole position atau urutan start pertama, dua catatan waktu putaran tercepat, dan tiga kali finis ketiga musim ini.

    "Saya rasa jelas empat balapan di musim ini tidak ada kemenangan bagi Ferrari, empat kemenangan untuk Mercedes, tak diragukan lagi mereka sangat kuat," kata Binotto.

    "Tentunya mereka (Mercedes) memiliki mobil yang sedikit lebih baik, tapi aku kira selisihnya tidak terlalu besar dan poin dari hasil itu belum mencerminkan potensi sesungguhnya dari mobil mereka," kata Binotto.

    Ferrari, yang merupakan tim tersukses di sejarah Formula 1, memenangi gelar juara dunia terakhir kali pada 2008. Adapun Mercedes telah memenangi setiap kejuaraan pada lima tahun terakhir.

    Saat ini Ferrari terpaut 74 poin dari Mercedes di puncak klasemen konstruktor dengan 17 balapan tersisa musim ini.

    Tampil lambat di Australia, Ferrari dominan di Bahrain, jika saja masalah mesin tidak merampas kemenangan pertama Charles Leclerc.

    Kemudian di Cina mereka kembali kehilangan kecepatan. Sedangkan di Baku, Ferrari mendominasi sesi latihan bebas namun kecelakaan ketika kualifikasi, menghambat upaya Leclerc yang difavoritkan untuk meraih pole position.

    "Mereka sangat bagus dalam hal membuktikan jika mereka memiliki kecepatan ketika situasi tidak mendukung," kata mantan juara dunia Damon Hill kepada Sky Sports.

    Sedangkan Binotto mengatakan Ferrari memiliki kecepatan yang dibutuhkan. "Kemarin, seperti yang saya bilang ke Charles, kami memiliki potensi untuk pole, dan jika kamu membawa mobil cukup cepat untuk mencetak pole, kamu memiliki mobil yang secara keseluruhan bagus."

    "Di balapan hari ini, memang, kami tidak secepat mereka, tapi kami tidak finis 20 detik di belakang." Andalan Ferrari, juara dunia empat kali Sebastian Vettel, finis di urutan ketiga di Baku.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.