KOI Hanya Siapkan 35 Cabang Olahraga ke SEA Games 2019

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet wushu Indonesia nomor sanda (tarung) mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Gedung Serbaguna GBK, Senayan, Jakarta, Jumat, 29 Maret 2019. Latihan tersebut untuk persiapan jelang SEA Games 2019 di Manila, Filipina. ANTARA

    Atlet wushu Indonesia nomor sanda (tarung) mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Gedung Serbaguna GBK, Senayan, Jakarta, Jumat, 29 Maret 2019. Latihan tersebut untuk persiapan jelang SEA Games 2019 di Manila, Filipina. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menyatakan tidak akan mengikuti semua cabang olahraga yang dipertandingkan di SEA Games 2019. Sekretaris Jenderal KOI Helen Sarita menyatakan sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan mengusulkan kontingen Indonesia mengikuti 35 cabang olahraga saja.

    Helen mengatakan hal itu sudah melewati kajian dan melihat rekam jejak keterlibatan Indonesia di ajang olahraga multicabang se-Asia Tenggara itu. "Kami analisis dalam dua tahun terakhir dan melihat rekam jejak," ucapnya di kantor KOI, Jakarta, Senin, 29 April 2019.

    Ia menyebut salah satu cabang olahraga yang tidak akan diikuti Indonesia ialah obstacle (halang rintang). "Karena kami tidak ada atletnya," ucap Helen. Selain itu, Indonesia juga tidak meramaikan cabang olahraga baru, yakni arnis.

    Helen menuturkan tuan rumah SEA Games 2019 sudah memastikan bila jumlah olahraga yang dilombakan sebanyak 40 cabang dengan 530 nomor pertandingan. Ia berharap jumlah tersebut tidak mengalami perubahan lagi.

    Lebih lanjut, KOI tidak menutup peluang untuk menambah jumlah cabang olahraga yang diikuti. Menurut Helen, komite akan mempertimbangkan perkembangan dari pemusatan latihan nasional yang digelar. "Kalau ada progres dari Pelatnas dan atlet-nya antusias bisa dipertimbangkan," kata dia.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?