Tinju Dunia: Belum Bertanding Jacobs Sudah Didenda, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saul Canelo Alvarez dan Daniel Jacobs menjelang laga perebutan gelar juara dunia tinju kelas menengah versi WBC dan WBA di Las Vegas, Sabtu 4 Mei 2019. (Tom Hogan/Golden Boy Promotions)

    Saul Canelo Alvarez dan Daniel Jacobs menjelang laga perebutan gelar juara dunia tinju kelas menengah versi WBC dan WBA di Las Vegas, Sabtu 4 Mei 2019. (Tom Hogan/Golden Boy Promotions)

    TEMPO.CO, Jakarta - Daniel Jacos sudah harus didenda sebelum pertarungan tinju dunia kontra Saul Canelo Alvarez digelar di Las Vegas, Minggu pagi ini WIB.

    Juara kelas menengah IBF tersebut didenda karena bobotnya melebihi ambang batas 5 kg dalam timbangan kedua. Dalam kontrak pertarungan tersebut disebutkan bahwa ada penimbangan kedua pada Sabtu pagi usai penimbangan pertama pada Jumat sore.

    Baca: Daniel Jacobs, Penyintas Kanker yang Jadi Juara Tinju Dunia

    Pada penimbangan pertama, Canelo tercatat berbobot 72,12 kg sedangkan Jacobs 72,57 kg. Keduanya masih berada dalam ambang batas bobot kelas menengah. Namun pada penimbangan kedua Jacobs tercatat berbobot 78,74 kg sementara Canelo 76,65.

    Petinju diizinkan menambah bobot badan usai timbangan resmi pertama, namun penambahan tersebut tidak boleh melebihi 5 kg. Penambahan bobot Jacobs melebihi ambang batas, sehingga harus didenda.

    Baca: Prediksi Tinju Dunia: Menang Mental, Canelo Bakal Kalahkan Jacobs

    Denda untuk pelanggaran batas berat badan ini tidak murah. Jacobs harus membayar sejumlah US$ 750 ribu atau sekitar Rp 10 miliar. Kontrak pertarungan menyebutkan bahwa denda yang harus dibayarkan adalah US$ 250 ribu untuk setiap 1 pound kelebihan bobot.

    Saul Canelo Alvarez diunggulkan 4:1 atas Daniel Jacobs dalam laga tinju dunia ini.

    FIGHTNEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.