Aries Susanti Raih Perak Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Cina

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aries Susanti Rahayu, atlet panjat tebing Indoneaia berjuluk spider woman, saat berlatih di Stadion Mandala Krida, Selasa (22/5). TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Aries Susanti Rahayu, atlet panjat tebing Indoneaia berjuluk spider woman, saat berlatih di Stadion Mandala Krida, Selasa (22/5). TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Atlet panjat tebing Indonesia Aries Susanti Rahayu meraih perak dalam seri IFSC Climbing Worldcup di Wujiang, China, 3-5 Mei 2019. Atlet yang tergabung dalamm pelatnas pra-olimpiade itu mengamankan posisi kedua di nomor women speed world record.

    Di partai final, Aries menghadapi Aleksandra Rudzinksa dari Polandia. Aries harus mengakui keunggulan lawannya yang mampu lebih cepat dengan menorehkan waktu 7,313 detik, sedangkan Aries 7,607 detik. Adapun tempat ketiga diduduki Anouck Jaubert dari Prancis.

    Pelatih Pelatnas Panjat Tebing Hendra Basir mengatakan hasil yang didapat masih dalam jalur.

    "Dalam artian kita belum bisa perform secara maksimal. Kalau dipersentasekan sekitar 80-an persen dalam rangkaian kompetisi karena baru mulai pelatnas dua bulan kurang," kata Hendra dalam keterangan yang diterima Tempo.

    Hendra menjelaskan masih banyak variabel yang perlu dimaksimalkan. Dalam pelatnas selama kurang dari dua bulan tersebut tim memaksimalkan kemampuan di lead dan boulder.

    "Goal-nya mempertahankan keunggulan dan menipiskan jarak di lead dan boulder. Kondisinya memang agak berat, tetapi kita akan kembali dengan latihan total lagi. Intinya bisa mengamankan kuota untuk agenda kualifikasi di Prancis yang mensyaratkan masuk 20 besar. Saya rasa kita aman di kategori speed," ujar dia.

    Sementara, atas prestasinya Aries mengaku bersyukur karena bisa naik podium di peringkat kedua. Ia berterima kasih atas dukungan dan doa yang diberikan oleh masyarakat Indonesia.

    "Apapun hasilnya, itu penampilan maksimal saya. Sebenarnya kekurangannya karena kurang latihan karena pelatnas baru dua bulan kurang. Selesai kompetisi ini akan latihan gencar lagi," ujar Aries.

    Aries menilai persaingan dalam seri IFSC Climbing Worldcup kali ini lebih ketat. Hal itu terlihat dari catatan waktu di nomor women speed world record yang makin kecil.

    Aries menyadari harapan masyarakat semakin besar terhadap panjat tebing. Hal itu dinilai sebagai hal yang positif karena panjat tebing semakin mendapat pengakuan di hati masyarakat. Dengan panjat tebing makin terkenal, banyak bibit baru yang akan lahir karena semakin banyak yang tertarik.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?