Eliud Kipchoge Ingin Pecahkan Rekor Maraton di Bawah 2 jam

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelari maraton asal Kenya, Eliud Kipchoge, mencapai garis finis sebagai pelari pertama saat mengikuti Berlin Marathon di Berlin, Jerman, 16 September 2018. REUTERS/Fabrizio Bensch

    Pelari maraton asal Kenya, Eliud Kipchoge, mencapai garis finis sebagai pelari pertama saat mengikuti Berlin Marathon di Berlin, Jerman, 16 September 2018. REUTERS/Fabrizio Bensch

    TEMPO.CO, Jakarta - Eliud Kipchoge, pemenang lomba lari maraton London, akan kembali ngebut di ibu kota Inggris itu untuk memecahkan rekor lari di bawah dua jam dengan jarak tempuh 26,2 mil atau sekitar 42 kilometer pada Oktober 2019.

    Tekad itu disampaikan Kipchoge setelah mengalahkan rival beratnya, Sir Mo Farah, dan pelari lainnya pada lomba lari maraton London di depan awak media sebagaimana dilansir Daily Mail, Senin 6 Mei 2019.

    "Saya ingin mengukir rekor catatan waktu lomba lari maraton di bawah dua jam," ucapnya.

    Selain berbicara mengenai rencana membuat sejarah sebagai pelari maraton tercepat di dunia, Kipchoge juga mengungkapkan berlari pada Senin pagi waktu setempat untuk memperingati 65 tahun kelahiran Roger Bannister, orang pertama berlari 1 mil atau 1,6 kilometer di bawah empat menit.

    Rencana Kipchoge kemungkinan bakal mendapatkan banyak halangan. Rasanya tak terpikirkan, seorang pelari maraton sanggup berlari untuk jarak 42 kilometer di bawah dua jam.

    Catatan waktu rekor dunia yang diciptakan Kipchoge, pemenang lomba lari maraton London empat kali, adalah 2:01.39 detik. Dia ingin menecahkan rekor ini pada Okrober mendatang di London.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?