Joko Driyono Disidang, Tiga Mantan Pemain Timnas Beri Dukungan

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono menjalani sidang perdana kasus dugaan penghilangan barang bukti pengaturan skor di PN Jakarta Selatan, Senin, 6 Mei 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono menjalani sidang perdana kasus dugaan penghilangan barang bukti pengaturan skor di PN Jakarta Selatan, Senin, 6 Mei 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan pemain tim nasional Indonesia David Sulaksmono dan dua rekannya, Nasir Salasa dan Berti Tutuarima hadir di sidang Joko Driyono alias Jokdri. Kedatangan mereka untuk memberikan dukungan ke Jokdri.

    "Sebagai olahragawan mendukung saja karena dulu Jokdri sebagai pejabat ketua umum kita ada paguyuban mantan pemain nasional Indonesia Football Amabasador. Sekarang mantan timnas di sini kumpul," kata David, di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (6/5/2019).

    Saat Jokdri tiba di ruang sidang, ia langsung duduk dan menjabat tangan David yang ada di sebelahnya. David tak hanya sendiri menghadiri sidang Jokdri, ia bersama Nasir Salassa dan Berti Tutuharima yang merupakan mantan pemain timnas 1980-an.

    Baca: Sidang Perdana, Joko Driyono Diancam 7 Tahun Penjara

    David menyebut sebelumnya sering bermain dengan rekannya saat Jokdri masih aktif sebagai pimpinan PSSI. Tak hanya itu, Jokdri juga sempat berdiskusi terkait pembinaan terhadap anak muda dengan para mantan pemain timnas.

    "Cuma sharing bagaimana memajukan sepak bola membina usia dini ini kan pelaku sepak bola," kata David lagi.

    Jokdri ditetapkan tersangka oleh polisi karena diduga merusak barang bukti terkait dugaan pengaturan skor. Kasus dugaan pengaturan skor ini mulai diusut Polri sejak akhir Desember 2018.

    Baca: Joko Driyono Jalani Sidang Perdana Besok di Awal Puasa Ramadan

    Dugaan pengaturan skor ini terungkap berdasarkan laporan eks Manajer Persibara Banjarnegara, Laksmi Indaryani.

    Atas dasar itu, Jokdri disangkakan melanggar Pasal 363 ke-3e dan 4e KUHP atau Pasal 235 KUHP atau Pasal 233 KUHP atau Pasal 232 KUHP atau Pasal 221 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1).

    “Saya hormati proses ini. Persidangan ini, adalah prosedur yang tersedia dan akan saya manfaatkan dengan sebaik baiknya. Mohon doa nya, sehat hingga tuntas,” kata Joko Driyono seusai sidang.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Hypermarket Giant dan Tiga Retail yang Tutup 2017 - 2019

    Hypermarket Giant akan menutup enam gerainya pada Juli 2019. Selain Giant, berikut gerai ritel yang yang bernasib sama dalam dua tahun terakhir.