Skorsing Habis Juli Nanti, Begini Rencana Khabib Nurmagomedov

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Khabib Nurmagomedov (sarung tangan merah) saat bertarung dengan Conor McGregor (blue gloves) dalam laga UFC 229 di T-Mobile Arena, 7 Oktober 2018. Reuters/Stephen R. Sylvanie-USA TODAY Sports

    Khabib Nurmagomedov (sarung tangan merah) saat bertarung dengan Conor McGregor (blue gloves) dalam laga UFC 229 di T-Mobile Arena, 7 Oktober 2018. Reuters/Stephen R. Sylvanie-USA TODAY Sports

    TEMPO.CO, JakartaKhabib Nurmagomedov berencana untuk tiga kali bertanding dalam 11 bulan ke depan. Begitulah yang dikatakan manajer petarung MMA asal Rusia tersebut, Ali Abdelaziz.

    Nurmagomedov dijadwalkan kembali ke oktagon UFC pada 7 September mendatang, namun belum diputuskan lawan yang akan dihadapi pada laga pertama comebacknya.

    Baca: UFC: Usai Bikin Iaquinta Babak Belur, Cerrone Incar McGregor

    “Khabib memberi saya instruksi yang sangat jelas. Dia bilang ingin bertarung lagi pada 7 September, kemudian Desember. Dan jika George St Pierre masih ingin berlaga, Khabib ingin menghadapinya pada bulan April tahun depan,” ujar Abdelaziz.

    Meskipun mengatakan ingin tampil pada September mendatang, kubu Khabib tidak menyatakan keinginan untuk menghadapi Conor McGregor.

    Baca: Hasil UFC 236: Kalahkan Holloway, Poirier Bakal Tantang Khabib

    “Penantang di kelas ringan sangat ramai saat ini, dan Khabib harus menjaga agar semua dapat kesempatan di kelas ini. Bertarung lagi melawan Conor kurang menguntungkan bagi kami. Conor lebih pantas bertarung melawan Donald Cerrone, Justin Gaethje, atau Tony Ferguson,” ujar Abdelaziz lagi.

    Khabib Nurmagomedov saat ini sedang menjalani sanksi skorsing sebagai akibat kerusuhan dalam laga kontra Conor McGregor pada 6 Oktober 2018. Skorsing tersebut selama 9 bulan, dan akan berakhir Juli nanti.

    ESPN | YAHOO SPORTS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.