Hadapi SEA Games 2019, Tim Estafet 4x100 Meter Putra Dievaluasi

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet Indonesia membawa bendera Merah Putih setelah bertanding dalam babak final lari estafet 4 x 100 meter putra di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis, 30 Agustus 2018. Tim estafet putra Indonesia beranggota Fadlin, Lalu Muhammad Zohri, Eko Rimbawan, dan Bayu Kertanegara. TEMPO/Subekti

    Atlet Indonesia membawa bendera Merah Putih setelah bertanding dalam babak final lari estafet 4 x 100 meter putra di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis, 30 Agustus 2018. Tim estafet putra Indonesia beranggota Fadlin, Lalu Muhammad Zohri, Eko Rimbawan, dan Bayu Kertanegara. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih atletik nomor lari cepat (sprint) Eni Nuraini akan mengevaluasi kekompakan tim estafet untuk memperbaiki catatan waktu menjelang SEA Games 2019, setelah hasil yang dicapai pada Kejuaraan Dunia Estafet (World Relays) IAAF di Yokohama, Jepang dianggap kurang memuaskan.

    "Memang ada perubahan atlet, sehingga masih belum kompak dan harus banyak latihan," kata Eni saat ditemui di Stadion Madya Gelora Bung Karno di Jakarta, Senin.

    Evaluasi itu dilakukan mencermati hasil yang belum memuaskan dalam Kejuaraan Dunia Estafet IAAF di Yokohama, Jepang, 12-13 Mei 2019.

    Baca: SEA Games 2019: Inilah 35 Cabang Olahraga yang Diikuti Indonesia

    Tim estafet Indonesia yang dimotori Lalu Muhammad Zohri, Mochammad Bisma Diwa Abina, Eko Rimbawan, dan Bayu Kertanegara mencatatkan waktu 39,39 detik dan menduduki peringkat 7 di heat 1. Indonesia berada di belakang Inggris, Brasil, Jamaika, Afrika Selatan, Jerman, Australia, dan berada di depan Venezuela serta Polandia.

    Pelatih atletik terbaik se-Asia itu menambahkan Bisma baru memperkuat tim estafet putra setelah sebelumnya diisi Fadlin Ahmad yang saat ini menjadi Asisten pelatih sprint.

    Selain estafet, lanjut Eni, catatan waktu perorangan juga akan diperbaiki agar memberikan hasil terbaik pada SEA Games yang akan dilaksanakan akhir tahun ini di Manila, Filipina.

    "Kemarin hanya masuk ranking 19, jadi masih lebih jelek dari hasil Asian Games (dengan catatan waktu 38,77 detik)," ucap pelatih yang sudah dikaruniai tiga anak dan tujuh cucu itu.

    Mantan atlet renang era Asian Games 1962 itu akan segera mengumpulkan para atletnya untuk melakukan evaluasi mengingat SEA Games semakin dekat.

    Baca: Lalu Muhammad Zohri Bertekad Lolos ke Olimpiade 2020

    Eni akan menggenjot latihan para atlet mulai penguatan fisik, teknik kecepatan, dan daya tahan tubuh.

    Sementara itu, asisten pelatih sprint Fadlin Ahmad menambahkan atlet lari estafet memerlukan sinkronisasi sehingga waktu tidak terbuang.

    Fadlin menambahkan meski menorehkan hasil yang kurang memuaskan, tim estafet Indonesia masih berpeluang masuk dalam kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. "Caranya dengan mengikuti lebih banyak kejuaraan dunia," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Hypermarket Giant dan Tiga Retail yang Tutup 2017 - 2019

    Hypermarket Giant akan menutup enam gerainya pada Juli 2019. Selain Giant, berikut gerai ritel yang yang bernasib sama dalam dua tahun terakhir.