Petinju Pulev Dihukum, Ia Cium Reporter Televisi, Maret Lalu

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petinju asal Bulgaria Kubrat Pulev, dipukul jatuh oleh lawannya Wladimir Klitschko pada pertandingan perebutan gelar juara kelas berta IBF di Hamburg, Jerman, 15 November 2014. AP/Frank Augstein

    Petinju asal Bulgaria Kubrat Pulev, dipukul jatuh oleh lawannya Wladimir Klitschko pada pertandingan perebutan gelar juara kelas berta IBF di Hamburg, Jerman, 15 November 2014. AP/Frank Augstein

    TEMPO.CO, Jakarta - Kubrat Pulev, petinju Bulgaria, secara tiba-tiba memegang wajah dan kemudian mencium bibir seorang reporter televisi yang mewawancarai dia usai pertarungan. Akibatnya, ia diancam hukuman skorsing sampai Juli 2019 oleh Komisi Atletik California pada Rabu, 15 Mei.

    Pulev adalah petinju kelas berat yang dikenal dengan julukan The Cobra. Ia juga diharuskan membayar denda US$ 2.500 atau sekitar Rp 36 juta sebelum kembali bertarung di Negara Bagian California.

    Peristiwa tersebut sebenarnya terjadi sudah cukup lama, yaitu pada Maret lalu. Saat itu,  Pulev, yang tidak terkalahkan dalam 27 pertarungan, merobohkan petinju Rumania Bogdan Dinu pada ronde ketujuh di Costa Mesa, California.

    Usai wawancara sambil berdiri dalam jarak dekat, Pulev tiba-tiba memegang bagian belakang kepala Jennifer Ravalo, wartawan televisi yang mewawancarainya dan mencium bibirnya.

    Pulev, salah satu atlet yang terkenal di Bulgaria, kemudian secara terbuka menyampaikan permintaan maaf, didampingi pacarnya, bintang pop Andrea yang duduk di sampingnya menggunakan kaca mata hitam.

    Menurut Pulev dan tim pengacaranya, Ravalo tidak memperlihatkan kemarahan usai dicium dan malah ikut tertawa dan ikut bergabung dalam pesta perayaan kemenangan.

    Tapi, Ravalo saat memberikan laporan dengan berurai air mata mengatakan bahwa petinju Pulev telah membuatnya dipermalukan dan tidak menyampaikan permintaan maaf sampai dua bulan kemudian. "Saya tidak mau dia mencium saya," kata Ravalo dalam pengakuannya.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.