Pendaki Gunung Tewas di Himalaya, Karena Penyakit Ketinggian

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi tenda pendaki setelah 12 jam dilanda badai salju di Pegunungan Himalaya, Nepal, 14 Oktober 2014. Foto: Nizar untuk Tempo

    Kondisi tenda pendaki setelah 12 jam dilanda badai salju di Pegunungan Himalaya, Nepal, 14 Oktober 2014. Foto: Nizar untuk Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua pendaki gunung India tewas di dekat puncak Gunung Kanchenjunga, Himalaya, saat melakukan ekspedisi pendakian gunung tertinggi ketiga dunia di Nepal. Hal itu disampaikan operator pendakian kepada media, Kamis 16 Mei 2019.

    Kedua pendaki tersebut, tulis kantor berita Reuters, bernama Biplab, 48 tahun, dan Kuntal Kanrar, 46 tahun. "Keduanya ditemukan Rabu malam waktu setempat di sekitar ketinggian 8.000 meter," tulis Reuters.

    Perusahaan operator pendakian gunung, Pasang Sherpa of the Peak Promotion, dalam keterangannnya kepada awak media mengatakan, Baidya yang mendaki puncak Gunung Kanchenjunga dengan ketinggian 8.586 meter pada Rabu, 15 Mei 2019, tewas akibat penyakit ketinggian.

    "Sedangkan Kanrar meninggal karena mencoba mendaki puncak gunung tersebut," kata operator. "Kedua pendaki berasal dari kota sebelah timur India, Kolkata."

    Ratusan orang mendaki puncak Gunung Himalaya dari berbagai jalur selama musim semi yang akan berakhir pada bulan ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.