JK Kunjungi Museum Olimpiade di Swiss, Lihat Seragam Susy Susanti

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla saat melihat kaos seragam berwarna putih dan raket milik Susi Susanti di Museum Olimpiade, Laussane, Swiss pada Kamis, 16 Mei 2019, (Antara)

    Wakil Presiden Jusuf Kalla saat melihat kaos seragam berwarna putih dan raket milik Susi Susanti di Museum Olimpiade, Laussane, Swiss pada Kamis, 16 Mei 2019, (Antara)

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyambangi Museum Olimpiade di Lausanne, Swiss, dan melihat seragam bulu tangkis yang dikenakan atlet Susi Susanty waktu memenangkan pertandingan bulu tangkis dalam kejuaraan Olimpiade 1992.

    Antara melaporkan dari Lausanne, Swiss pada Kamis, Wapres menyempatkan diri melihat museum itu usai melakukan pertemuan dengan Presiden Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach.

    Wapres bersama Duta Besar RI untuk Swiss Muliaman D Hadad melihat kaos yang dipamerkan bersama dengan raket milik peraih emas dalam Olimpiade yang diselenggarakan di Barcelona itu.

    Dalam papan keterangan baju dan raket itu tertulis "perlengkapan badminton milik Susi SUSANTI (INA) juara Olimpiade Barcelona 1992. Terima kasih untuk gerakan gesit dan hebatnya serta teknik pukulan yang elegan. Susi SUSANTI dianggap sebagai wanita atlet terbaik dalam sejarah badminton".

    Di dalam museum itu dipamerkan sejumlah benda-benda milik atlet yang pernah berlaga di pertandingan Olimpiade.

    Terdapat juga sejumlah obor yang telah digunakan untuk membawa api Olimpiade.  Sejarah dari Olimpiade juga dijelaskan di museum tersebut.

    Museum itu memadukan peragaan perlengkapan olahraga yang pernah dipakai atlet, serta instalasi teknologi pewarnaan lampu maupun teknologi digital dan simulasi alat-alat olahraga secara digital.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.