Pembentukan Badan Independen Wasit di Liga 1 Mendapat Kritikan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Liga 1 2019. (liga-indonesia.id)

    Logo Liga 1 2019. (liga-indonesia.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan pemain nasional era 1990 Ferril Hattu mengkritik pembentukan badan independen wasit di Liga 1. Ia menyatakan pembentukan badan independen wasit belum mendesak dilakukan.

    Menurut dia, persoalan menyangkut wasit sudah menjadi kewenangan Komite Wasit yang ada dalam struktur organisasi. "Sudah ada solusinya (pada Komite Wasit), tinggal diperkuat saja," ucap Ferril kepada Tempo, Rabu, 15 Mei 2019. Kehadiran badan wasit, ucapnya, malah akan menambah birokrasi di tubuh federasi.

    Ferril yang merupakan kapten tim nasional Indonesia di SEA Games 1991 menyatakan persoalan yang terjadi di sepak bola Indonesia sebenarnya ada di pengurus federasi. Ia menilai ada posisi di PSSI yang mestinya diisi oleh orang yang mengerti betul sepak bola. "Senang sepak bola iya tapi tidak ada kompetensinya," tuturnya. Salah satu contoh paling nyata, kata dia, ialah terlibatnya petinggi federasi dalam kasus pengaturan skor. 

    Federasi sepak bola Indonesia sudah membentuk badan independen wasit. Saat ini federasi tengah mencari sosok yang akan mengisi posisi komisioner. Nantinya ada tiga komisioner yang mengisi posisi di badan independen wasit, yakni perwakilan wasit, klub, dan federasi. Di wilayah eksekutif, nantinya ada seorang direktur teknik wasit dari federasi sepak bola Inggris yang akan duduk di badan wasit.

    Ferril menilai kehadiran badan wasit belum tentu bisa menyelesaikan masalah pengaturan skor yang menghantui kompetisi Liga Indonesia. Di sisi lain, menurut dia, keterlibatan pihak luar, yakni federasi sepak bola Inggris (FA) dalam struktur badan wasit tak jadi jaminan badan tersebut bisa bekerja dengan baik atau independen.

    Lebih lanjut, persoalan krusial yang mestinya menjadi perhatian PSSI ialah menemukan sosok yang tepat mengisi kursi kepemimpinan. Ferril menegaskan masalah sepak bola Indonesia saat ini tidak adanya keteladanan. "Masalah mendasarnya kan terjadi krisis kepemimpinan," ucap Ferril.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.