Tinju Dunia: Ini Cita-Cita Breazeale Jika Menang Atas Wilder

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juara tinju kelas berat WBC, Deontay Wilder beradu kata-kata dengan penantangnya Dominic Breazeale menjelang laga mereka di Barclay Center Brooklyn, New York pada Sabtu 18 Mei 2019. (Amanda Westcott/Showtime)

    Juara tinju kelas berat WBC, Deontay Wilder beradu kata-kata dengan penantangnya Dominic Breazeale menjelang laga mereka di Barclay Center Brooklyn, New York pada Sabtu 18 Mei 2019. (Amanda Westcott/Showtime)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dominic Breazeale punya keinginan melalukan rematch melawan Anthony Joshua, seandainya mengalahkan Deontay Wilder dalam laga tinju dunia kelas berat di New York, Sabtu 18 Mei atau Minggu pagi WIB.

    Breazeale bertekad menang atas Wilder untuk menjadi juara versi WBC, sehingga peluang rematch lawan Joshua lebih terbuka.

    “Pertarungan ini adalah jembatan saya menuju laga ulang melawan Joshua. Jika saya berhasil menjadi juara WBC, maka segalanya akan menjadi lebih mudah,” kata Breazeale.

    “Joshua adalah yang terbaik saat ini karena dia juara di empat badan tinju. Sementara Wilder hanya merasa dirinya lebih hebat, tanpa melihat posisi yang sebenarnya,” imbuh Breazeale.

    Dominic Breazeale terkena straight kanan dari Anthony Joshua dalam laga tinju dunia di London pada 25 Juni 2016, Breazeale kalah KO ronde 7. (Reuters/Andrew Couldridge Lipevic)

    “Pertarungan ulang saya dengan Joshua akan lebih mudah digelar, sebab kami tidak punya gesekan manajemen. Berbeda dengan Wilder yang bermasalah dengan manajemen Joshua, bahkan sampai saat ini,” kata Breazeale lagi.

    Breazeale pernah menantang Joshua pada 25 Juni 2016, namun kalah. Breazeale kalah TKO pada ronde 7.

    Dalam laga tinju dunia nanti kontra Deontay Wilder pun Dominic Breazeale tidak diunggulkan. Namun siapa tahu, Breazeale sedang beruntung.

    BOXING SCENE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.