Hasil Tinju Dunia: Wilder Pukul KO Breazeale di Ronde Pertama

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juara tinju kelas berat WBC, Deontay Wilder beradu kata-kata dengan penantangnya Dominic Breazeale menjelang laga mereka di Barclay Center Brooklyn, New York pada Sabtu 18 Mei 2019. (Amanda Westcott/Showtime)

    Juara tinju kelas berat WBC, Deontay Wilder beradu kata-kata dengan penantangnya Dominic Breazeale menjelang laga mereka di Barclay Center Brooklyn, New York pada Sabtu 18 Mei 2019. (Amanda Westcott/Showtime)

    TEMPO.CO, Jakarta - Petinju Amerika Serikat, Deontay Wilder, berhasil mempertahankan gelar juara tinju dunia kelas berat versi WBC. Dalam pertarungan di Barclays Center, Brooklyn, New York, Ahad, 19 Mei 2019, ia menang KO di ronde pertama atas penantangnya, Dominic Breazeale.

    Wilder tampil menggebrak di ronde awal itu. Ia sempat memberondong lawan dengan pukulan hingga Breazeale mundur ke pojok. Tapi Sang Penantang masih mampu memberi perlawanan.

    Sesaat kemudian, di tengah ring, situasinya berbeda. Wilder berhasil menembus pertahanan Breazeale dan menyarangkan pukulan tangan kanan yang keras ke wajah.

    Breazeale terjatuh. Wasit menghitung. Breazeale berusaha bangkit, tapi tampak sempoyongan. Wasit pun menghentikan pertarungan.

    Wilder kembali juara. Ia memperbaiki rekor bertandingnya menjadi 41-0-1 (40 KO). Satu-satunya hasil seri ia raih saat melawan Tyson Fury pada Desember 2018.

    Bagi Dominic Breazeale ini jadi kekalahan kedua dalam kariernya (20-2, 18 KO).
    Sebelumnya ia juga kalah KO di ronde ketujuh dari Anthony Joshua saat berebut juara IBF pada 2016.

    Dengan kemenangan Wilder ini, duel akbar penyatuan gelar tinju dunia kelas berat melawan Joshua masih mungkin terjadi. Selama ini negosiasi antara kedua kubu selalu berakhir buntu, terutama soal bayaran dan lokasi bertinju.

    BOXING SCENE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.