Maria Londa Raih Perak di Kejuaraan Atletik Thailand Open 2019.

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maria Londa. Antara

    Maria Londa. Antara

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet lompat jauh putri Indonesia, Maria Londa mengikuti tren positif Lalu Muhammad Zohri dengan merebut medali perak pada kejuaraan atletik Thailand Open 2019 di Stadion Nasional, Bangkok, Thailand, Senin.

    Atlet asal Bali ini berdasarkan data resmi dari penyelenggara kejuaraan mampu membukukan lompatan terjauh 6,18 meter. Untuk medali emas direbut oleh atlet Filipina Marestella Sunang dengan lompatan 6,23 meter dan medali perunggu direbut atlet Sri Lanka, Lakshini Sandaradura dengan 6,12 meter.

    "Terima kasih semua supportnya. Akhirnya semua terbayarkan saat ada di podium. Semoga kedepannya kangen akan podium ini bisa menjadi motivasi terbesar buat latihan lebih baik lagi," cuit Maria Londa.

    Maria Londa merupakan atlet lompat jauh andalan Indonesia yang sudah kenyang pengalaman. Prestasi tertingginya adalah meraih medali emas Asian Games 2014 dengan lompatan 6,55 meter. Setelah itu dilanjutkan meraih emas pada SEA Games 2015 Singapura dan lompatannya memecahkan rekor dengan 6,70 meter.

    Prestasi bagus mampu dipertahankan saat turun pada kejuaraan uji coba Asian Games 2018 di Jakarta. Saat itu Maria mampu meraih emas dengan lompatan 6,43 meter. Namun pada kejuaraan resmi Asian Games 2018 gagal bersinar meski lompatakan mencapai 6,43 meter.

    Usai Asian Games 2018, nama Maria Londa  ternggelam karena harus mengakhiri masa lajang di Bali, 19 Januari 2019, dengan dipersunting oleh pria pujaannya, Made Sukariata. Praktis aktivitasnya menjadi atlet sendikit berkurang dan setelah itu kembali berlatih.

    "Setelah ini (Thailand Open) sasaran berikutnya Grand Prix China," kata Maria Londa menambahkan.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.