Antar CLS Knights Juara, Brian Rowsom Calon Pelatih Timnas Basket

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih basket Brian Rowsom. (japantimes.co.jp)

    Pelatih basket Brian Rowsom. (japantimes.co.jp)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih klub basket BTN CLS Knights Brian Rowsom sukses mencuri perhatian Pengurus Pusat Persatuan Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi). Managing Partner CLS Knights Christopher Tanuwidjaja mengatakan Rowsom masuk kanditat pelatih tim nasional basket putra.

    Christopher menjelaskan Ketua Umum Perbasi Danny Kosasih sudah mengamati sepak terjang Rowsom sejak CLS Knights lolos ke semifinal ASEAN Basketball League (ABL) musim ini. "Menurutnya Rowsom tenang di lapangan," kata Christopher di Jakarta, Senin, 21 Mei 2019.

    Pria yang akrab disapa Itop itu menilai pembawaan Rowsom yang tenang amat penting. Sebab, mayoritas pemain yang diproyeksi mengisi tim nasional basket putra adalah para pemain muda. "Untuk Piala Dunia 2023 Perbasi siapkan pemain-pemain muda," ucap dia.

    Itop menyatakan akan menjembatani pertemuan antara Rowsom dengan Perbasi. "Saya akan dampingi dia dengan Perbasi," tuturnya. 

    Brian Rowsom berhasil membawa CLS Knights keluar sebagai juara ABL 2018/2019. Bagi ABL prestasi tersebut terbilang luar biasa sebab di musim sebelumnya klub asal Surabaya itu hanya menempati peringkat tujuh.

    Rowsom tercatat pernah membela klub NBA Indiana Pacers dan Charlotte Hornets di akhir 1980-an dan sepanjang 1990-an. Sebagai pelatih pria berusia 53 tahun asal New Jersey, Amerika Serikat, itu beberapa kali dipercaya menangani klub Asia.

    Menanggapi kabar soal melatih Timnas, Rowsom belum bisa berkomentar banyak. Ia menyatakan belum mengambil keputusan atas tawaran dari Perbasi. "Rencana saya saat ini mau istirahat dulu. Selanjutnya apa kita akan lihat nanti," kata dia.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.