Gagal ke Taiwan, Tim Sepeda Putri Kejar Poin Olimpiade di Cina

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pelatih memberikan instruksi kepada pembalap sepeda putri Indonesia, Ayustina Delia Priatna, saat bertanding dalam final nomor <i>women's individual pursuit</i> Asian Games 2018 di Jakarta, Kamis, 30 Agustus. Tempo/Amston Probel

    Seorang pelatih memberikan instruksi kepada pembalap sepeda putri Indonesia, Ayustina Delia Priatna, saat bertanding dalam final nomor women's individual pursuit Asian Games 2018 di Jakarta, Kamis, 30 Agustus. Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih tim nasional balap sepeda Dadang Haris menyatakan tim sepeda putri tengah mengumpulkan poin agar bisa tampil di Olimpiade Tokyo 2020. Ia menyebut tim putri Indonesia yang turun di nomor balap track terdiri dari Elga Kharisma, Crismonita Dwi Putri, dan Ayustina Delia Priatna.

    Menurut Dadang, setelah batal bertanding di Taiwan Cup Track International Classic pada 18-20 Mei 2019, perhatian tim kini fokus ke turnamen selanjutnya. "Kemarin batal karena tidak dapat visa. Berikutnya ada beberapa kejuaraan lagi yang bisa diikuti," kata dia kepada Tempo, Selasa, 21 Mei 2019.

    Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sports Indonesia menjadwalkan ada dua kejuaraan terdekat yang bisa diikuti oleh atlet binaannya. Kedua ajang itu China Track Cup 1 dan 2 pada 6-7 Juni 2019 serta Japan Track Cup 1 dan 2 pada 23-25 Agustus 2019.

    Dadang menyatakan agar bisa mewakili Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, tim harus bisa mengumpulkan minimal 250 poin sebagai syarat tampil di World Cup (Piala Dunia) atau World Championships. Nantinya, dua turnamen tertinggi itu jadi pintu masuk menuju olimpiade. "Yang terakhir kan World Championships di Polandia, Maret lalu," kata dia.

    Pelatih tidak bisa menetapkan berapa banyak kejuaraan yang harus diikuti oleh Elga cs. Ia berharap anak asuhnya bisa naik podium juara di setiap ajang yang diikuti. Dengan demikian, kesempatan meraih poin tertinggi pun bisa dengan cepat diraih.

    Dari catatan federasi sepeda internasional, Elga dan Crismonita sudah punya modal dengan mengantongi poin. Di nomor elite sprint Crismonita meraih 862 poin dengan posisi ke-26 dunia. Sedangkan di nomor elite keirin Crismonita dan Elga masing-masing mengantongi 690 poin dan 82 poin dengan peringkat ke-29 dunia.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?