8 Nomor Balap Sepeda, Kebutuhan Peralatan, dan Harganya

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung melihat sepeda Tramac yang digunakan Vincenzo Nibali saat menjuarai Tour de France 2014 dalam pembukaan Museum Marin Sepeda gunung Hall of Fame di Fairfax, California, 6 Juni 2015. Ratusan pengunjung mendatangin pembukaan Museum Sepeda Marin yang mempertunjukan 200 tahun sepeda bersejarah. Justin Sullivan/Getty Images

    Sejumlah pengunjung melihat sepeda Tramac yang digunakan Vincenzo Nibali saat menjuarai Tour de France 2014 dalam pembukaan Museum Marin Sepeda gunung Hall of Fame di Fairfax, California, 6 Juni 2015. Ratusan pengunjung mendatangin pembukaan Museum Sepeda Marin yang mempertunjukan 200 tahun sepeda bersejarah. Justin Sullivan/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Lomba balap sepeda Tour de France merupakan ajang paling bergengsi bagi para profesional. Namun di balik persaingan para pembalap, Tour de France juga jadi panggung bagi produsen sepeda dunia.

    Pelatih tim nasional balap sepeda, Dadang Haris, mengatakan sepeda beserta teknologi yang menunjang menjadi aspek vital. Setiap nomor pertandingan, kata dia, mempunyai kebutuhan dan karakteristik sepeda yang berbeda. Setidaknya ada dua komponen utama dalam sepeda yang harus diperhatikan, yakni rangka sepeda (frame) dan roda. "Dalam hal biaya tentu akan tergantung dari kualitas," ucapnya kepada Tempo, Selasa, 21 Mei 2019.

    Atlet balap sepeda Indonesia, Ayustina Delia. (instagram/@ayustinadelia)

    Bila merujuk kepada organisasi balap sepeda internasional (Union Cycliste Internationale) ada delapan nomor balap yang dipertandingkan. Mereka adalah jalan raya (road), sepeda gunung (mountain bike), BMX gaya bebas, cyclo-cross, track, BMX racing, trials, dan indoor.

    Sebagai contoh, ucap Dadang, di nomor jalan raya, sepeda yang mempunyai berat ringan akan menjadi prioritas utama bagi para atlet. Menurut dia, agar mendapatkan karakter tunggangan yang diinginkan atlet kadang melakukan modifikasi. "Agar sepedanya ringan mereka mencari part (suku cadang) dari sepeda lain," kata dia.

    Aksi atlet balap sepeda Indonesia, Tiara Andini Prastika saat tampil dalam Final Run Women Elite Downhill pada Asian Games 2018 di Khe Bun Hill, Subang, Jawa Barat, Senin, 20 Agustus 2018. Tiara pernah mengelami cedera jari telunjuk tangan kanan saat berlaga dalam Kejuaraaan Asia 2017. ANTARA FOTO/INASGOC/Aji Wisnu Novianto

    Dadang menyebut secara umum harga satu unit sepeda di nomor trek saat ini berkisar Rp 250 juta. Harga rangkanya rata-rata dibanderol Rp 75 juta dan roda depan serta belakang mencapai Rp 100 juta. "Kalau pengguna sepeda harian menyebutnya sepeda jenis fixie karena hanya single gear," ucapnya.

    Sedangkan di nomor mountain bike, dia melanjutkan, komponen utama yang menjadi penunjang ada pada shock breaker. Menurut Dadang, harga shock breaker yang standar digunakan mencapai Rp 75 juta. "Itu kemampuannya sudah bagus," tuturnya.

    Seorang pria mengamati sepeda Tramac yang digunakan Vincenzo Nibali saat menjuarai Tour de France 2014 dalam pembukaan Museum Marin Sepeda gunung Hall of Fame di Fairfax, California, 6 Juni 2015. Ratusan pengunjung mendatangin pembukaan Museum Sepeda Marin yang mempertunjukan 200 tahun sepeda bersejarah. Justin Sullivan/Getty Images

    Mengutip situs Fortune harga sepeda yang digenjot para atlet balap sepeda profesional di lintasan Tour de France bervariasi. Rata-rata satu unit sepeda dengan teknologi penunjang terbaru mencapai US$ 12.500 atau sekitar Rp 175 juta (kurs Rp 14.000 per dolar Amerika). "Produsen menempatkan pengendara pada sepeda aerodinamis yang dilengkapi cakram rem dengan kokpit terintegrasi penuh," tulis Fortune.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.