Pecel Lele dan Menu Diet Triadi Fauzi Jelang SEA Games 2019

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perenang Indonesia Triadi Fauzi Sidiq. Tempo/Aditia Noviansyah

    Perenang Indonesia Triadi Fauzi Sidiq. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Makan pecel lele menjadi menu wajib bagi atlet renang Indonesia, Triadi Fauzi Sidik, saat mendapatkan "cheat day” atau kesempatan menyantap makanan apapun di sela menjalani program latihan untuk persiapan SEA Games 2019.

    “Kalau boleh jujur ya, saya suka banget sama pecel lele sebelah rumah saya. Kalau buat aku itu enak banget,” ucap Triadi saat dihubungi dari Jakarta, Selasa.

    Meski menyukai pecel lele, Triadi mengaku tetap memperhatikan kebutuhan gizi atlet. Asupan makanan yang dikonsumsi sangat dikontrol terlebih menjelang Southeast Asian Games 2019 (SEA Games) November mendatang.

    Tiap hari, ia mengkonsumsi makanan sehat seperti sayur-sayuran, ikan, dan daging yang dimasak oleh kakaknya. Ia tidak diperbolehkan mengkonsumsi makanan berminyak seperti gorengan dan minuman kemasan.

    “Karena aku tahu lelenya segar, prosesnya dari masih hidup dan baru diolah saat saya pesan. Apalagi lokasinya di samping rumah di Bandung,” kata pemuda pemegang rekor nasional 100 meter gaya bebas pada SEA Games Myanmar 2013 ini.

    Khusus untuk persiapan menuju SEA Games di Manila, ia terus menggenjot performanya dengan berlatih keras terutama untuk memperbaiki renang gaya dadanya yang selama ini ia anggap masih lemah.

    Hanya saja persiapan untuk menghadapi kejuaraan dua tahunan ini tidak seperti sebelumnya yang sering menjalani pemusatan latihan di luar negeri. Saat ini, latihan hanya difokuskan di dalam negeri (Bandung).

    Triadi Fauzi merupakan salah satu andalan Indonesia untuk merebut medali emas. Atlet asal Bandung ini biasanya turun di banyak nomor mulai gaya bebas, gaya dada hingga gaya kupu-kupu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.