Tinju Dunia, Foreman: Duel Joshua Vs Wilder Jadi yang Terakbar

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anthony Joshua vs Deontay Wilder segera dibahas, dan diharapkan teresalisasi tahun ini. (skysports.com)

    Anthony Joshua vs Deontay Wilder segera dibahas, dan diharapkan teresalisasi tahun ini. (skysports.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan juara tinju dunia kelas berat, George Foreman, menyatakan duel unfikasi gelar antara Deontay Wilder dan Anthony Joshua akan jadi pertarungan terbesar dalam sejarah.

    "Jika Joshua dan Wilder bertarung, itu akan jadi pertarungan kelas berat terbesar sepanjang waktu, lebih besar daru apapun, bila mereka benar-benar bertarung," kata Foreman.

    Joshua saat ini memegang gelar juara versi WBO, WBA, IBO, dan IBF. Sedangkan Wilder juara versi WBC. Keduanya sama-sama belum terkalahkan. Joshua memiliki rekor 22-0 (21 KO). Sedangkan catatan Wilder adalah 41-0-1 (40 KO).

    Joshua akan bertarung melawan Andy Ruiz di Madison Square Garden, New York, Amerika, pada 1 Juli 2019. Sedangkan Wilder pada akhir pekan lalu baru saja menang KO atas Dominic Breazeale di New York.

    Foreman mengaku menyaksikan saat Wilder memukul KO Breazeale di ronde pertama. "Ia memukul sangat keras, seperti di masa-masa kami dulu. Ia memukul dengan keras sehingga saya berlari sembunyi di bawah ranjang. Istri saya bertanya 'mau kemana', saya bila 'saya tak mau dia mendatangi saya'. Dia benar-benar pemukul sejati."

    Ia menyatakan susah untuk menyebut Wilder sebagai pemukul paling hebat dalam sejarah tinju. "Ia memukul lebih keras dari saya dengan tangan kanan, itu yang pasti," kata Foreman. "Saya tak pernah melihat pukulan yang seperti dia lalukan sebelumnya. Ia mungkin akan memukul KO siapapun di kelas berat, tak peduli George Foreman, Mike Tyson, atau Joe Frazier."

    Pertarungan Joshua vs Wilder sejauh ini tak juga terwujud meski sudah lebih daru setahun dinegosiasikan. Masalah pembagian bayaran dan tempat bertanding selalu membuat perundingan buntu.

    BOXING SCENE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.