Tinju Belum Pasti Tampil di Olimpiade Tokyo 2020, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petinju asal Ekuador, Carlos Andres Mina terpukul oleh lawannya saat berkompetisi di kelas Ringan pria 81Kg dalam pagelaran Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, 10 Agustus 2016. REUTERS

    Petinju asal Ekuador, Carlos Andres Mina terpukul oleh lawannya saat berkompetisi di kelas Ringan pria 81Kg dalam pagelaran Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, 10 Agustus 2016. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Cabang tinju bisa tetap dipertandingkan di Olimpiade Tokyo 2020 asalkan tidak diselenggarakan oleh AIBA (Organisasi Tinju Amatir Internasional) karena keberadaan mereka harus ditangguhkan, demikian rekomendasi yang dikeluarkan Komite Eksekutif Komite Olimpiade Internasional (IOC) di Lausanne, Swiss, Rabu.

    Rekomendasi IOC tersebut dikeluarkan menyusul penyelidikan terkait masalah keuangan dan organisasi dalam tubuh federasi olahraga yang bermasalah selama bertahun-tahun.

    Seperti dikutip Reuters, IOC akan membentuk gugus tugas sebagai penyelenggara pertandingan tinju, termasuk babak kualifikasi yang akan digelar antara Januari sampai Mei 2020 mendatang.

    AIBA sebelumnya menegaskan bahwa mereka telah menjalankan program reformasi besar-besaran dalam 18 bulan terakhir dan telah melakukan setiap yang diminta.

    Tapi IOC berpendapat lain dan menegaskan bahwa apa yang telah dilakukan oleh AIBA tidak memuaskan.

    "Keputusan yang diambil hari ini adalah demi untuk kepentingan atlet dan olahraga tinju itu sendiri. Kami ingin memastikan bahwa atlet bisa mengejar impian mereka dan berpartisipasi di Olimpiade Tokyo 2020," demikian disampaikan Presiden IOC Thomas Bach kepada wartawan.

    "Pada saat yang bersamaan, kami menawarkan solusi untuk mencabut sanksi, tapi diperlukan perubahan yang lebih fundamental," katanya.

    Rekomendasi IOC tersebut akan dibicarakan dalam sesi sidang penuh di Lausanne pada Juni mendatang. Menurut IOC, status AIBA akan ditinjau ulang seusai Olimpiade Tokyo 2020.

    Dalam laporan 30 halaman, IOC menyatakan bahwa AIBA tidak bisa memperlihatkan manajemen yang transparan soal penjurian dan proses pengambilan keputusan perwasitan, sehingga mengurangi kepercayaan atlet yang membutuhkan kompetisi yang adil.

    Penangguhan tersebut akan membuat AIBA terpukul karena akan kehilangan sumber keuangan dan dipastikan mengganggu roda organisasi cabang olahraga yang sudah menggelar kompetisi tinju Olimpiade selama 73 tahun.

    Presiden AIBA Gafur Rahimov mengundurkan diri dari jabatannya sejak Maret lalu setelah mendapat sanksi dari Departemen Keuangan AS karena dituduh memberikan bantuan keuangan kepada organisasi kriminal. Tapi Rahimov yang berasal dari Uzbekistan itu membantah seluruh tuduhan yang ditujukan kepadanya.

    Menurut IOC, total kuota untuk cabang tinju di Olimpiade Tokyo 2020 tetap 286 orang untuk delapan kelas kategori putra dan lima kelas putri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.