Piala Sudirman: Kata Jonatan dan Gregoria Usai Kalah Vs Taiwan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung saat berusaha mengembalikan kok ke arah pebulu tangkis Inggris Abigail Holden pada babak penyisihan grup 1B Piala Sudirman 2019 di Guangxi Sports Center Gymnasium, Nanning, Cina, Ahad, 19 Mei 2019. Gregoria menang atas Abigail Holden dua set langsung dengan skor 21-10 dan 21-13. ANTARA/Wahyu Putro A

    Aksi pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung saat berusaha mengembalikan kok ke arah pebulu tangkis Inggris Abigail Holden pada babak penyisihan grup 1B Piala Sudirman 2019 di Guangxi Sports Center Gymnasium, Nanning, Cina, Ahad, 19 Mei 2019. Gregoria menang atas Abigail Holden dua set langsung dengan skor 21-10 dan 21-13. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia tertinggal 1-2 dari Taiwan dalam pertandingan perempat final kejuaraan bulu tangkis Piala Sudirman di Nanning, Cina, Jumat, 24 Mei 2019. Sempat unggul lewat Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Indonesia kemudian tertinggal karena Gregoria Mariska Tunjung dan Jonatan Christie kalah.

    Baca: Piala Sudirman 2019: Tekuk Taiwan 3-2, Indonesia ke Semifinal

    Tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung tunduk 16-21 14-21 di tangan Tai Tzu Ying. Gregoria, peringkat 15, menghadapi ujian yang cukup berat selama 32 menit di pertandingan yang berlangsung di Guangxi Sports Center Gymnasium, Jumat.

    Jatuh bangun di game kedua, Gregoria harus mengakui kecepatan dan kedisiplinan lawannya. "Jujur kurang puas sama penampilan saya tadi. Saya bisa dibilang stabil di poin-poin awal. Tapi ketika di atas poin 11 saya tak bisa ikuti pola permainan," kata Gregoria usai laga.

    Gregoria mengaku tak memiliki kecepatan dan kesempatan untuk mencuri poin di paruh terakhir gim pertama. "Dia mainnya sabar dan memiliki pukulan bagus, tidak langsung mematikan lawan tapi merusak posisi lawan," kata Gregoria.

    Namun demikian, tunggal putri Indonesia keluar lapangan dengan bangga karena bisa meladeni lawan yang adalah peringkat satu dunia itu. "Ini jadi motivasi karena (peringkat) saya masih jauh dari lawan. Target saya kalau kalah paling tidak saya bisa ambil satu gim dari dia," kata Gregoria.

    Di partai ketiga, Jonatan Christie, takluk dari Chou Tien Chen dengan skor 11-21, 13-21. Lagi-lagi kesalahan dalam perhitungan bola membuat Jojo kehilangan poin ketika Chou Tien Chen mendapat match point dan mengunci gim untuk kemenangan Taiwan.

    "Di awal game kedua dia sempat hilang permainan tapi tidak perlu waktu lama untuk kembali," kata Jonatan. "Saya tak bisa menahan balik. Di sini saat bola masih baru itu bola sangat cepat, namun setelah 4-5 pukulan bola lebih lambat."

    Permainan Jojo kemudian membaik di game terakhir. "Saya bisa menemukan tempo permainan tapi dia sering mengganti bola sebagai salah satu taktiknya," kata dia.

    Sebelumnya, di partai pembuka ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo mengalahkan ganda putra Taiwan Lee Yang/Wang Chi-Lin dua gim 21-17, 21-17.

    Indonesia masih punya kesempatan untuk menang karena masih ada dua pertandingan yang berlangsung di babak perempat final Piala Sudirman ini. Greysia Polii/Apriyani Rahayu akan melawan Pai Yu Po/Wu Ti Jung, sedangkan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti akan menghadapi Wang Chi-lin/Hsien Pei Shan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.