Piala Sudirman 2019: Indonesia ke Semifinal, Begini Evaluasi Susy

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti. (badmintonindonesia.org)

    Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti. (badmintonindonesia.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia lolos ke semifinal Piala Sudirman 2019 dan akan menghadapi unggulan pertama, Jepang, di Nanning, Cina, Sabtu, 25 Mei 2019. Indonesia melaju dengan menekuk Taiwan 3-2, sedangkan Jepang lolos dengan mengalahkan Malaysia 3-0.

    Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PBSI Susy Susanti memuji perjuangan para pemain. "Secara keseluruhan atlet memang sudah berusaha, tapi untuk ganda putra dan ganda putri mereka luar biasa penampilannya. Mereka memang tahu jika mereka adalah pagarnya kita, andalan kita," kata dia.

    Baca: Praveen / Melati Loloskan Indonesia ke Semifinal Piala Sudirman

    Di partai pembuka ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo membuka keunggulan 1-0 bagi Indonesia dengan mengalahkan ganda putra Taiwan Lee Yang/Wang Chi-Lin dua gim 21-17 21-17.

    Namun, setelah itu Indonesia menderita kekalahan di dua partai selanjutnya ketika Gregoria Mariska Tunjung kalah di tangan peringkat satu dunia Tai Tzu Ying 16-21, 14-21, kemudian Jonathan Christie, yang tampil di bawah perfoma, takluk 11-21 13-21 atas tunggal putra Taiwan Chou Tien Chen.

    Walaupun sempat tertinggal 1-2, kekompakan dan kebersamaan tim mampu membawa timnas Indonesia memenangi dua partai terakhir melawan Taiwan itu.

    "Pada saat pengarahan kami arahkan pada semua tim bahwa kita harus kompak. Kita harus bantu dan dukung semua pemain yang ada di lapangan," kata Sury, peraih medali emas Olimpiade 1992 itu.

    Skuad timnas bulu tangkis Indonesia pun tampak bersorak sorai dan memberi semangat rekannya dari box pemain di pinggir lapangan. Susi pun tak menyangkal jika tunggal putri dan tunggal putra Indonesia tampil di bawah performa.

    Gregoria masih bisa memberikan perlawanan kepada peringkat satu Taiwan, namun harus lebih bermain aman dan lebih berani menahan lawan. "Jorji harus lebih siap lagi, lebih siap capek. Satu poin itu sayang, jangan gampang untuk buang bola."

    Susy melanjutkan, "Memang secara kelas Jorji kalah, tapi paling tidak dia bisa lebih maksimal. Kalau melihat dari permainan, Jorji banyak menekan lawan juga, sebetulnya tidak kalah secara teknis. Hanya banyak kesalahan, itu yang harus diperbaiki untuk ke depannya."

    Susy berharap sektor tunggal di pertandingan selanjutnya, partai semifinal melawan Jepang, bisa mengejutkan dan mencuri poin. "Kita tak usah berpikir menang atau kalah tapi bagaimana kita bisa menjaga poin demi poin sehingga permainan itu tidak cuma ketat tapi pada saat permainan itu siapa tau (membuat kejutan)."

    Mantan pemain tunggal putri itu melanjutkan, "Walau pun di atas kertas lawan lebih unggul, tak ada yang tak mungkin dalam pertandingan ini karena unggulan-unggulan juga bisa kalah. Hal itu yang mungkin menjadi evaluasi pembelajaran supaya ke depannya bisa lebih baik."

    Laga semifinal Piala Sudirman antara Indonesia dan Jepang akan berlangsung pada Sabtu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.