Boss Paris Saint-Germain Tampik Tuduhan Terlibat Korupsi

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiper baru PSG, Gianluigi Buffon, berfoto bersama CEO PSG, Nasser Al-Khelaifi, saat perkenalannya di Stadion Parc des Princes, Paris, Prancis, 9 Juli 2018. Kiper 40 tahun itu memiliki opsi perpanjangan kontrak di musim berikutnya. AP

    Kiper baru PSG, Gianluigi Buffon, berfoto bersama CEO PSG, Nasser Al-Khelaifi, saat perkenalannya di Stadion Parc des Princes, Paris, Prancis, 9 Juli 2018. Kiper 40 tahun itu memiliki opsi perpanjangan kontrak di musim berikutnya. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara presiden klub Paris Saint-Germain (PSG) Nasser Al-Khelaifi membantah tudingan bahwa Al-Khelaifi melakukan tindak pidana korupsi setelah secara resmi dia diselidiki di Prancis sehubungan dengan upaya Qatar menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Atletik 2017.

    Perwakilan Al-Khelaifi mengatakan, kasus ini difokuskan pada dugaan pembayaran yang dilakukan salah satu perusahaannya kepada perusahaan lain yang dijalankan putra mantan Presiden IAAF Lamine Diack, selama proses penawaran tuan rumah Kejuaraan Dunia Atletik 2017.

    Seorang hakim Prancis menuduh Al-Khelaifi dengan dugaan korupsi dan dia pun sedang diselidiki secara formal. Pengacara Al-Khelaifi mengatakan tuduhan itu "tidak akurat" dan tidak ada bukti validasi pembayaran apa pun.

    "Hakim tampaknya mempertimbangkan bahwa pembayaran ini demi mendapatkan keputusan Lamine Diack untuk penundaan tanggal penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Atletik 2017 dan pertandingan Olimpiade 2020 dengan alokasi masing-masing ke kota Doha." demikian pernyataan si pengacara itu.

    "Nasser Al-Khelaifi dituduh telah 'memvalidasi pembayaran ini', kepada 'penerima manfaat akhir' Lamine Diack. Kedua pernyataan ini juga tidak akurat."

    "Nasser Al-Khelaifi bukan pemegang saham atau direktur Oryx pada 2011. Dia tidak secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam upaya Doha menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Atletik 2017."

    Keputusan hakim ini bermakna Khelaifi secara resmi diperlakukan sebagai tersangka dan membawa proses hukum selangkah lebih dekat ke pengadilan. Namun, di bawah hukum Prancis, seorang tersangka tidak secara resmi didakwa melakukan kejahatan kecuali ia telah dibawa ke pengadilan.

    Sebelumnya London memenangkan penawaran menjadi tuan rumah kejuaraan pada 2017, sementara Qatar terpilih menjadi tuan rumah kejuaraan tahun 2019 pada September-Oktober.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.