KOI Ingin Banyak Kejuaraan Tingkat Dunia Digelar di Indonesia

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir memberi sambutan di acara buka puasa bersama pengurus cabang olahraga di Hotel Mulia, Jakarta, Ahad, 26 Mei 2019. Foto : TEMPO/Aditya Budiman

    Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir memberi sambutan di acara buka puasa bersama pengurus cabang olahraga di Hotel Mulia, Jakarta, Ahad, 26 Mei 2019. Foto : TEMPO/Aditya Budiman

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) berharap Indonesia banyak menggelar kejuaraan level dunia sebagai salah satu upaya untuk mendukung rencana menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

    "Untuk menjadi tuan rumah bukan hanya menyiapkan fasilitas, tapi juga prestasi. Untuk itu kami berharap cabang olahraga banyak menggelar kejuaraan internasional di Tanah Air," kata Erick Thohir di hadapan pengurus cabang olahraga di Jakarta, Minggu.

    "Misalnya atletik menjadi tuan rumah kejuaraan dunia. Begitu juga angkat besi. Menjadi tuan rumah salah satu kejuaraan seri dunia," kata mantan presiden Inter Milan itu menambahkan.

    Pelan tapi pasti, kata dia, prestasi atlet Indonesia memang mengalami peningkatan yang salah satunya adalah Lalu Muhammad Zohri yang sudah memastikan diri meraih tiket untuk tampil pada Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang dari cabang atletik nomor 100 meter.

    "Intinya prestasi atlet kita juga harus mendunia. Momen Asian Games 2018 membuat level kita naik. Jadi tidak mustahil kita bisa bersaing untuk menjadi tuan rumah olimpiade," kata Erick menambahkan.

    Keseriusan Indonesia maju sebagai kandidat menjadi tuan rumah olimpiade ditunjukkan dengan kehadiran Wakil Presiden Jusuf Kalla di markas Dewan Olimpiade Dunia atau IOC beberapa waktu lalu. Pembicaraan soal bidding tuan rumah olimpiade juga sudah dilakukan.

    "Saat saya mendampingi Wakil Presiden saat berjumpa presiden IOC, Thomas Bach mengungkapkan kita salah satu kandidat kuat. Dia juga meminta kita prestasi olahraga kita sukses," kata salah satu pengusaha muda Indonesia itu.

    Erick mengaku bermimpi sepak bola Indonesia bisa bicara banyak pada kejuaraan empat tahunan itu. Apalagi pada olimpiade pemain yang bertandingan berusia di bawah 23 tahun.

    "Kita punya potensi di situ. Kalau untuk menjadi tuan rumah piala dunia sepakat, baru 2038 atau 2042 jadi masih sangat lama. Kita fokus olimpiade dulu." kata mantan ketua Perbasi itu.

    Sesuai dengan rencana, bidding tuan rumah Olimpiade 2032 bakal digelar 2024. Dengan persiapan yang maksimal, Erick optimistis Indonesia bisa menjadi tuan rumah pesta olahraga terbesar di dunia itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.