KOI Soroti Prestasi Atlet Bila Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden OCA, Sheik Ahmad Al Falah Al Sabah saat menyerahkan OCA Award kepada Indonesia yangt diterima oleh Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesi (KOI), Erick Thohir. (foto: istimewa)

    Presiden OCA, Sheik Ahmad Al Falah Al Sabah saat menyerahkan OCA Award kepada Indonesia yangt diterima oleh Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesi (KOI), Erick Thohir. (foto: istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komite Olimpiade Indonesia Erick Thohir menyatakan Indonesia punya peluang besar menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Hal itu disampaikan Presiden Komite Olimpiade Internasional atau International Olympic Committee (IOC) Thomas Bach.

    Keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018 jadi pertimbangannya. Namun Erick menyatakan modal itu saja tidak cukup. Selain ditunjang infrastruktur dan sarana olahraga berstandar internasional, ia menyatakan Indonesia juga harus mempersiapkan atlet-atletnya. "IOC mengharapkan tidak sekadar jadi tuan rumah, tapi atlet tidak disiapkan," ucap Erick di Jakarta, Ahad, 26 Mei 2019.

    Bila Indonesia terpilih sebagai tuan rumah Olimpiade 2032, Erick menilai, maka harus sudah menyiapkan atlet dari 2024.

    Mantan Ketua Panitia Asian Games 2018 itu menilai Olimpiade jangan hanya dilihat sebagai penyelenggaraan saja. Menurut dia, setiap cabang olahraga harus punya target menuju Olimpiade 2032. "Misalnya, mimpin sepak bola sampai semifinal," ucap Erick.

    Ia menyatakan sepak bola bisa menjadikan Olimpiade sebagai batu loncatan menuju ajang yang lebih tinggi lagi, yakni Piala Dunia. Erick Thohir menilai dengan prestasi yang bagus dan pengalaman menggelar Olimpiade, nantinya Indonesia punya peluang menjadi tuan rumah Piala Dunia sepak bola pada 2038 dan 2042.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.