Erick Thohir Berharap Masuk IOC, Ini Manfaatnya untuk Olimpiade

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Erick Thohir (kedua dari kiri) dan Anindya Bakrie (ketiga dari kiri) bersama jajaran pemilik saham klub sepak bola Divisi II Liga Inggris, Oxford United. (istimewa)

    Erick Thohir (kedua dari kiri) dan Anindya Bakrie (ketiga dari kiri) bersama jajaran pemilik saham klub sepak bola Divisi II Liga Inggris, Oxford United. (istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Erick Thohir masuk dalam kandidat anggota Komite Olimpiade Internasional atau International Olympic Committee (IOC). Ketua Komite Olimpiade Indonesia itu pun berharap bisa masuk dan mewakili Indonesia di tingkat internasional.

    Erick menyatakan kepastian namanya masuk dalam kandidat anggota baru diketahui melalui surat undangan menghadiri sidang IOC ke-134 yang digelar 24-26 Juni di Laussane, Swiss. "Saya sih diundang. Kalau diundang mestinya jadi, kalau tidak jadi perih juga," ucapnya di Jakarta, Ahad, 26 Mei 2019.

    Ia menilai latar belakang IOC memasukkan Erick jadi kandidat anggota tidak lepas dari sepak terjangnya di dunia olahraga. Erick menyatakan dirinya tak hanya aktif dalam hal meningkatkan prestasi olahraga, tapi juga berupaya mengembangkan industri olahraga. "Mereka juga melihat ada wakil Asia yang berkurang," tutur Erick.

    Sosok Erick tidak hanya dikenal sebagai pengusaha di bidang media dan hiburan. Pendiri Mahaka Group itu juga aktif sebagai pemilik klub sepak bola. Tercatat, ia pernah menjadi pemegang mayoritas saham klub sepak bola Italia, Inter Milan. Sebelumnya, pria berusia 48 tahun itu pemilik klub sepak bola Amerika Serikat, DC.United.

    Gemar bermain basket, Erick juga pernah membeli saham klub basket NBA Philadelphia 76ers. Pemilik klub basket Satria Muda itu juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi).

    Lebih lanjut, Erick berharap bila terpilih menjadi anggota IOC peluang Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 bisa terbuka. Harapannya ia bisa membantu pencalonan Indonesia menjadi penyelenggara pesta olahraga empat tahunan itu. "Semoga bisa jadi keuntungan," kata dia.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.