Balap Sepeda BMX dan Trek Berpeluang ke Olimpiade Tokyo 2020

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet BMX Indonesia, I Gusti Bagus Saputra (tengah), memacu sepedanya di samping altet Jepang, Yoshitaku Nagasako, dalam perlombaan kategori race Asian Games 2018 di Pulomas BMX Center, Jakarta, Sabtu, 25 Agustus 2018. Bagus ada di posisi kedua dengan selisih 0,64 detik dari pebalap Jepang, Yoshitaku Nagasako, yang meraih medali emas. REUTERS/Athit Perawongmetha

    Atlet BMX Indonesia, I Gusti Bagus Saputra (tengah), memacu sepedanya di samping altet Jepang, Yoshitaku Nagasako, dalam perlombaan kategori race Asian Games 2018 di Pulomas BMX Center, Jakarta, Sabtu, 25 Agustus 2018. Bagus ada di posisi kedua dengan selisih 0,64 detik dari pebalap Jepang, Yoshitaku Nagasako, yang meraih medali emas. REUTERS/Athit Perawongmetha

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap sepeda dari disiplin BMX dan trek berpeluang besar lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 Jepang, mengingat pembalap yang ada saat ini dinilai cukup mumpuni dalam mengejar tiket turnamen multievent empat tahunan itu.

    "BMX satu orang, trek dua orang dan mungkin dari road. Itu peluang yang ada. Kita harus maksimalkan karena waktunya sudah tidak lama lagi," kata Ketua Umum Ikatan Sepeda Sport Indonesia (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari di Jakarta, Senin malam.

    Harapan orang nomor satu di PB ISSI ini bukan tanpa alasan. Untuk BMX, Indonesia sudah pernah meloloskan atlet ke Olimpiade Rio de Janeiro 2016 lewat Toni Syarifudin. Sedangkan saat ini ada beberapa nama diantaranya I Gusti Bagus Saputra.

    Dari trek, sektor putri dinilai lebih berpeluang. Harapannya pada dua atlet yang lolos dan satu diantaranya Crismonita Dwi Putri. Atlet muda kelahiran Lamongan ini saat ini sudah mampu bersaing dengan pebalap kelas dunia.

    "Makanya kami sangat serius mengejar poin untuk mendapatkan tiket ke Olimpiade. Bagaimana caranya?. Ya banyak mengikuti kejuaraan yang masuk kalender UCI," kata pria yang akrab dipanggil Okto itu.

    Dengan fokus ke Olimpiade Tokyo, PB ISSI juga berencana mengirimkan pebalap lapis kedua ke SEA Games 2019 di Manila, Filipina, 30 November-11 Desember. Untuk pebalap elite difokuskan turun pada kejuaraan yang ada poin olimpiadenya.

    "SEA Games kami jadikan sasaran antara. Yang jelas kami akan mengirimkan atlet yang waktunya tidak bertabrakkan dengan upaya mengejar poin Olimpiade. Bisa saja atlet elite diturunkan," kata Okto.

    Meski akan mengirimkan atlet lapis kedua, PB ISSI tetap menargetkan minimal mendapatkan satu emas pada kejuaraan dua tahunan itu. Bisa dari trek, BMX, road race, XC atau DH.

    Pada SEA Games 2017 Malaysia, kontingen balap sepeda Indonesia sukses memboyong dua emas, dua perak, dan dua perunggu. Emas direbut dari nomor BMX putra lewat I Gusti Bagus Saputra dan BMX putri Elga Kharisma Novanda yang saat ini juga fokus pada disiplin trek.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.