Basket IBL: Pemilihan Tuan Rumah Dipengaruhi Musim Hujan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebasket BPD DIY Bima Perkasa, David Atkinson (tengah) . Antara

    Pebasket BPD DIY Bima Perkasa, David Atkinson (tengah) . Antara

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia Liga Bola Basket Indonesia (IBL) akan menyesuaikan tuan rumah seri reguler basket IBL 2019-2020 dengan musim hujan.

    Menurut Direktur IBL Hasan Gozali di Jakarta, Kamis (30 mei) malam, keputusan itu diambil demi menghindari licinnya arena pertandingan karena dibasahi air hujan yang dapat membahayakan pemain.

    "Kalau bisa, lapangan yang rentan licin tidak digunakan di musim yang curah hujannya tinggi," kata Hasan.

    Dia menyebut, salah satu arena yang dianggap licin adalah GOR Sritex Arena di Solo, Jawa Tengah. "Iya, itu termasuk," kata Hasan.

    Lapangan licin memang menjadi salah satu persoalan yang muncul di IBL 2018-2019. Setidak-tidaknya ada tiga arena di seri reguler yang mendapatkan kritikan dari tim peserta karena persoalan tersebut yaitu GOR Pacific di Surabaya, GOR Sritex di Solo dan GOR Bima Sakti, Malang.

    Meski demikian, pihak IBL sampai saat ini belum memastikan kota mana saja yang menjadi tuan rumah seri reguler IBL musim 2019-2020. "Kami belum memastikan di musim depan berapa jumlah seri yang akan digelar dan kotanya di mana saja," tutur Hasan.

    IBL musim 2018-2019 dimulai pada November 2018 hingga Maret 2019 dengan juara Stapac Jakarta. Sementara jadwal IBL 2019-2020 belum ditetapkan sampai berita ini diturunkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.