Bulu Tangkis: Apa Kabar Simon Santoso Setelah Pensiun?

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Simon Santoso, yang sudah pensiun dari dunia bulu tangkis, bersama istra dan putranya menghadiri turnamen Djarum Superliga 2017 di Surabaya, Kamis, 23 Februari 2017. (badmintonindonesia.org)

    Simon Santoso, yang sudah pensiun dari dunia bulu tangkis, bersama istra dan putranya menghadiri turnamen Djarum Superliga 2017 di Surabaya, Kamis, 23 Februari 2017. (badmintonindonesia.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Apa kabar Simon Santoso setelah pensiun dari bulu tangkis? Istri Simon, Evelyn Carmelita, mengatakan saat ini suaminya lebih memilih fokus untuk berbisnis saja.

    Seperti diketahui pria kelahiran Tegal tersebut memutuskan gantung raket pada tahun 2016 usai menderita cedera di turnamen Thailand Open 2016.

    Cedera yang tak kunjung sembuh membuat eks juara Indonesia Open 2008 tersebut akhirnya memilih untuk menyudahi kariernya di dunia bulu tangkis.

    Usai meninggalkan dunia bulutangkis pada tahun 2016, Simon Santoso diketahui telah beralih profesi menjadi seorang pebisnis di bidang konstruksi.

    Menurut Evelyn, sang suami saat ini belum ada niatan untuk kembali ke dunia yang membesarkan namanya.

    "Untuk saat ini, Simon fokusnya di bisnis dulu, belum ada rencana untuk kembali ke dunia bulutangkis," tutur Evelyn saat diwawancarai Indosport.

    Seperti diketahui, Simon Santoso merupakan salah satu atlet pebulutangkis yang turut mengharumkan nama bangsa di kancah Internasional pada zamannya.

    Legenda 33 tahun tersebut sukses meraih tiga gelar juara BWF Superseries, yakni Indonesia Open 2008, 2012 dan Denmark Open 2009.

    Simon juga menjadi runner-up sebanyak empat kali sejak tahun 2007 dan juga turut menyumbangkan emas bulu tangkis untuk Indonesia di SEA Games 2011. 

    INDOSPORT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.