Inter Milan Tetapkan Antonio Conte Gantikan Luciano Spalletti

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Chelsea, Antonio Conte. (REUTERS/Eddie Keogh)

    Pelatih Chelsea, Antonio Conte. (REUTERS/Eddie Keogh)

    TEMPO.CO, Jakarta - Inter Milan membenarkan kabar yang beredar bahwa timnya menunjuk Antonio Conte menjadi pelatih menggantikan Luciano Spalleti.

    Meskipun Inter lolos ke babak kwalifikasi Liga Champions setelah menempati urutan keempat di Serie A, namun klub tetap pada keputusannya mengganti Spalletti pada Kamis, 30 Mei 2019.

    Selain mengumumkan penggantian pelatih, Inter juga menyampaikan bantahan terhadap pernyataan Spalletti yang mengaku dipecat olah klub. "Dia mengaku dipecat beberapa pekan sebelum diganti oleh Conte," tulis Live Score, Jumat 31 Mei 2019.

    Sebelumnya beredar spekulasi berita ketika foto Conte bersama pengurus Inter tampil di media sosial pada Rabu, 29 Mei 2019. Di laman sosmed tersebut ada pernyataan bahwa klub akan menyampaikan pengumuman kepada publik, Jumat, mengenai penggantian pelatih Inter.

    "Sebuah babak baru dalam hidup saya sedang dimulai, saya benar-benar bersemangat," ujarnya.

    "Melalui karya saya, saya akan membayar seluruh kepercayaan Presiden Inter, Steven Zhang, dan direksi yang diberikan kepada saya. Saya telah menetapkan pilihan sebab klub ini memiliki ambisi."

    Conte yang pernah meraih gelar juara di liga Inggris dan Italia, akan mendapatkan bayaran dari Inter sebesar €10 juta atau kira-kira setara dengan Rp 159 miliar untuk dua musim kompetisi.

    Pria berusia 29 tahun itu sempat tidak memiliki pekerjaan sejak meninggalkan Chelsea tahun lalu setelah menempatkan Blues di posisi kelima Liga Primer. Kendati demikian, Conte pernah mengantarkan klub bermarkas di Stamford Bridge itu meriah gelar ganda yakni Piala FA dan Liga Primer.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.