Prancis Terbuka: NIshikori Tantang Nadal di Perempat Final

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi petenis asal Jepang Kei Nishikori, setelah berhasil mengalahkan lawannya Andy Murray dengan 1-6, 6-4, 4-6, 6-1, 7-5  pada pertandingan U.S Open di USTA Billie Jean King National Tennis Center, 8 September 2016. Mandatory Credit: Geoff Burke-USA TODAY Sports

    Ekspresi petenis asal Jepang Kei Nishikori, setelah berhasil mengalahkan lawannya Andy Murray dengan 1-6, 6-4, 4-6, 6-1, 7-5 pada pertandingan U.S Open di USTA Billie Jean King National Tennis Center, 8 September 2016. Mandatory Credit: Geoff Burke-USA TODAY Sports

    TEMPO.CO, Jakarta - Petenis Jepang Kei Nishikori menundukkan Benoit Paire asal Prancis dengan skor 6-2, 6-7 (8-10), 6-2, 6-7 (8-10), 7-5 dalam pertandingan babak keempat Prancis Terbuka 2019 yang berlangsung di Paris, Senin.

    Hasil ini membuat petenis unggulan ketujuh tersebut akan berhadapan dengan juara bertahan Rafael Nadal pada perempat final.

    Baca: Djokovic Ditantang Zverev di Perempat Final Prancis Terbuka

    Nishikori mampu bangkit dari situasi tertinggal 1-4 dan 3-5 di set terakhir. Ia semestinya mampu mengamankan kemenangan pada set keempat ketika ia mengantungi dua match point, namun Nishikori gagal memaksimalkan keduanya.

    Paire, yang berusaha untuk mencapai perempat final turnamen Grand Slam untuk pertama kalinya, gagal meneruskan perjalanannya setelah mencatatkan 15 double faults dan 79 unforced error.

    Baca: Melangkah ke Perempat Final Prancis Terbuka, Nadal Tak Mau Jemawa

    Sepanjang pertemuannya dengan Nadal, Nishikori tercatat hanya dua kali mengalahkan sang juara bertahan Prancis Terbuka itu dalam 12 pertandingan mereka. Kedua kemenangan tersebut didapat pada pertandingan-pertandingan di lapangan keras (hard court).

    Sebaliknya, Rafael Nadal memenangi keempat pertemuan mereka di lapangan tanah liat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.