Tim 4x100 Meter Putra Raih Perunggu Grand Prix Atletik Asia

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelari estafet putra Indonesia Lalu Muhammad Zohri (tengah) mengikuti ujicoba tim estafet putra di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Jumat, 27 Juli 2018. Ujicoba tersebut dilakukan untuk mengetahui limit waktu tim estafet menjelang Asian Games 2018. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Pelari estafet putra Indonesia Lalu Muhammad Zohri (tengah) mengikuti ujicoba tim estafet putra di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Jumat, 27 Juli 2018. Ujicoba tersebut dilakukan untuk mengetahui limit waktu tim estafet menjelang Asian Games 2018. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim estafet putra Indonesia meraih medali perunggu dari nomor 4x100 meter kejuaraan Grand Prix Atletik Asia 2019 seri pertama di Cina.

    Timnas estafet putra yang beranggotakan Bayu Kertanegara, Mochammad Bisma Diwa Abina, Joko Kuncoro Adi, dan Adi Ramli Sidiq membukukan catatan waktu 39,61 detik, di bawah Thailand 39.13 detik dan Cina 38.93 detik.

    Baca: Lalu Zohri Perkuat Indonesia ke Grand Prix Atletik Asia di Cina

    "Dari Chong Qing Cina, tim estafet Indonesia mengucapkan Idul Fitri 1440 Hijriah dan mempersembahkan medali perunggu kejuaraan Asian GP 2019 seri pertama," tulis timnas atletik melalui akun Instagramnya, Rabu.

    Sebelumnya, Indonesia mengirimkan sebanyak sembilan atlet untuk mengikuti kejuaraan Asian Grand Prix 2019 Series di Cina pada 4-7 Juni.

    Dalam informasi tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Senin, susunan atlet putra yang berangkat di Cina yaitu Lalu Muhammad Zohri dan Eko Rimbawan yang akan mengisi nomor sprint 100 meter dan 4x100 meter.

    Baca: Atletik: Tim Estafet Putra Cari Tiket Olimpiade 2020 di Cina

    Kemudian ada Bayu Kertanegara, Mochammad Bisma Diwa Abina, Joko Kuncoro Adi, dan Adi Ramli Sidiq yang akan bertanding di nomor 4x100 meter.

    Sementara atlet putri yang diturunkan di kejuaraan atletik Asia ini yaitu Emilia Nova untuk nomor 100 meter gawang, Eki Febri Ekawati di nomor tolak peluru, dan Maria Natalia Londa untuk lompat jauh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.