Nations League: Hooligan Timnas Inggris Bentrok dengan Polisi

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang bersorak didepan petugas kepolisian Prancis jelang pertandingan melawan Wales di Lille, Prancis, 15 Juni 2016. Suporter Inggris atau biasa disebut hooligan kembali membuat gaduh di jalanan kota Lille. REUTERS/Benoit Tessier

    Seorang bersorak didepan petugas kepolisian Prancis jelang pertandingan melawan Wales di Lille, Prancis, 15 Juni 2016. Suporter Inggris atau biasa disebut hooligan kembali membuat gaduh di jalanan kota Lille. REUTERS/Benoit Tessier

    TEMPO.CO, Jakarta -  Polisi bentrok dengan pendukung timnas Inggris di pusat kota Porto, Rabu, dipicu oleh lemparan gelas bir yang berterbangan ke "fan zone" yang sengaja disediakan menyambut final Nations League (Liga Bangsa-Bangsa), demikian dilaporkan media Inggris.

    Seperti dikutip Reuters, pendukung Inggris berada di Porto menjelang pertandingan Kamis (Jumat dini hari WIB) dekat Guimaraes menghadapi Belanda dan mereka berkumpul di area fan zone menyaksikan pertandingan antara Portugal dan Swiss melalui layar lebar.

    Baca: UEFA Nations League: Ronaldo Bikin Hat-trick dan 3 Catatan Apik

    Menurut The Guardian, ratusan pendukung Inggris terlihat bentrok dengan polisi setelah terjadi keributan yang dipicu oleh lemparan botol bir.

    Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) minggu lalu mendesak para pendukung tim nasional untuk menghentikan perilaku yang memalukan dan anti-sosial tersebut.

    Baca: Semifinal UEFA Nations League, Ini Hasil Undiannya

    FA merilis sebuah rekaman video yang diberi judul "Jangan bodoh" untuk menyoroti holiganisme Inggris yang kembali marak dalam beberapa bulan terakhir.

    Rekaman video tersebut diakhiri oleh pesan pelatih timnas Inggris Gareth Southgate yang mengimbau pendukung agar mereka bisa membuat negara bangga dengan perilaku yang lebih baik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.