Bulu Tangkis: 3 Juara Olimpiade Ini Tak Mampu Juarai All England

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taufik Hidayat. Tempo/Fikri Arigi

    Taufik Hidayat. Tempo/Fikri Arigi

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi atlet bulu tangkis profesional, menjuarai turnamen All England merupakan impian terbesar untuk menyempurnakan CV yang mereka miliki. Ajang tersebut sangat bergengsi dan merupakan turnamen tertua di dunia tepok bulu.

    Perwakilan Indonesia pun selalu memberikan gelar All England sejak 2012 silam. Gelar tersebut didapatkan dari kategori ganda putera dan ganda campuran.

    Kendati demikian, tak mudah bagi pebulutangkis Indonesia untuk meraih gelar prestisus tersebut. Bahkan, status sebagai juara di Olimpiade tak menjadi jaminan bagi pebulutangkis Indonesia untuk merajai All England.

    Berikut ini adalah tiga pebulutangkis Indonesia peraih emas di Olimpiade tapi belum pernah merasakan gelar All England:

    Taufik Hidayat

    Pecinta olahraga nasional tentu sudah tidak asing dengan sosok pebulutangkis yang satu ini. Di masa jayanya, Taufik Hidayat kerap kali membanggakan nama Indonesia di berbagai turnamen internasional.

    Meskipun demikian, sampai memutuskan untuk pensiun, Taufik belum merasakan gelar turnamen tahunan tersebut. Selain All England, Taufik juga belum memberikan medali emas untuk Indonesia di Piala Sudirman.

    Prestasi tertinggi Taufik di All England sendiri hanya menjadi runner-up. Momen tersebut terjadi di All England 1999 dan 2000 silam. Di mana dirinya harus mengakui kehebatan Peter Gade dan pebulutangkis Cina bernama Xia Xuanze.

    Selanjutnya: Alan dan Markis


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?