Prancis Terbuka: Demi Grand Slam Pertama, Thiem Siap Jegal Nadal

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampilan petenis Austria Dominic Thiem di Prancis Terbuka 2019. (ANTARA FOTO/REUTERS/Kai Pfaffenbach)

    Penampilan petenis Austria Dominic Thiem di Prancis Terbuka 2019. (ANTARA FOTO/REUTERS/Kai Pfaffenbach)

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah mengalahkan petenis putra nomor satu dunia, Novak Djokovic, dalam lima set untuk mencapai final Prancis Terbuka di lapangan tanah liat Roland Garros, Paris, kedua kali beruntun, Dominic Thiem segera berfokus melawan juara 11 kali Rafael Nadal pada final malam ini, Minggu 9 Juni 2019.

    Petenis Austria berusia 25 tahun itu memastikan kemenangan ketiganya secara dramatis melawan Djokovic dalam empat pertemuan terakhir mereka.

    "Itu pertandingan epik. Begitu banyak naik-turun skor dan disertai hujan, kembali ke ruang loker dan kembali ke lapangan lagi. Saya merasa bahwa saya memimpin di seluruh pertandingan dan saya beruntung mengalahkan dia pada akhirnya," tutur Thiem di atptour.com.

    Dalam pertandingan lima set pertamanya di Roland Garros, Thiem mengatasi dua kali penundaan akibat hujan dan menanti satu malam untuk mengamankan kemenangan. Ia  menjadi petenis Austria pertama yang mencapai beberapa final Grand Slam. Sekarang ia hanya butuh satu kemenangan lagi untuk meraih  gelar Grand Slam pertamanya. Thiem akan menghadapi Nadal seperti pada final Prancis Terbuka tahun lalu.

    Petenis peringkat empat dunia itu juga ingin mengakhiri rekor tak terkalahkan 11-0 milik Nadal dalam turnamen di Roland Garros ini. Sebelumnya, Thiem mengalahkan juara Grand Slam 17 kali itu pada Barcelona Terbuka, April 2019.

    "Untuk melawan Rafa di sini merupakan salah satu tantangan terberat dalam olahraga. Saya memainkan pertandingan yang sangat bagus melawan dia di Barcelona. Itu enam pekan lalu. Jadi, tentu saja, saya akan mencoba melakukan hal yang sama, meski pun lebih sulit untuk melawannya di sini," kata Thiem.

    Kemenangan Dominic Thiem di Barcelona itu menandai tahun keempat berturut-turut ia mengalahkan Rafael Nadal. Sebelumnya Them menang di Buenos Aires (2016), Roma (2017), dan Madrid (2018).

    Dominic Thiem adalah satu dari hanya dua pemain, bersama Djokovic, yang telah mengalahkan Rafael Nadal pada empat kesempatan atau lebih di lapangan tanah liat.

    Thiem membantah faktor stamina akan berpengaruh dalam pertandingannya melawan Nadal. Hal ini mengingat kondisi cuaca empat hari terakhir di Paris yang menyebabkan kacaunya sejumlah jadwal pertandingan.

    "Saya bertanding dengan keyakinan untuk menang. Itu hal yang paling penting. Ini mimpi besar bagi saya untuk memenangkan pertandingan final, untuk memenangkan gelar ini," kata Dominic Thiem yang dikalahkan Rafael Nadal tiga set langsung pada final Prancis Terbuka 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.